YOGYAKARTA – Gebyok
(bahasa Jawa) yang terbuat dari kayu Jati menjadi pilihan kenang-kenangan
Alumnus Akademi Angkatan Udara Angkatan 1993, ditayangkan pada acara Reuni
Perak ‘Palaksara 93’ di Gedung Sabang Merauke AAU, Yogyakarta, Sabtu malam
(4/8/2018).
Gebyok merupakan salah satu
furniture khas Jawa berupa partisi penyekat ruangan khas Jawa yang pada umumnya
terbuat dari kayu Jati. Saking berat dan ukurannya yang besar, kenang-kenangan
ini tidak diserahterimakan dengan tangan tetapi telah terpasang dengan megah di
ruangan makan Taruna Taruni Akademi Angkatan Udara ‘Handrawina’.
Gubernur AAU Marsda TNI Sri
Mulyo Handoko, S.IP., M.A.P. dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil
Gubernur AAU Marsma TNI Fachri Adamy, S.E.;menyambut dengan gembira kegiatan
reuni perak ini. Sesungguhnya adalah tidak mudah untuk berkumpul bersama.
Apalagi untuk dapat selalu bersama. “Oleh sebab itu, kegiatan ini patutlah kita
syukuri. Apalagi bagi kita yang aktif berdinas. Penugasan mengharuskan
kita berpisah dan menempati berbagai posisi penugasan di seluruh wilayah
Indonesia,” ungkapnya.
“Akan tetapi, dikarenakan
adanya rasa kerinduan untuk mengenang berbagai kenangan di masa lalu, maka
Reuni Perak Palaksara 93 adalah sebuah kesempatan yang tepat. Untuk berbagi
cerita, melepas kangen serta mengulang kembali perjalanan di masa lalu,” ujar
Wakil Gubernur AAU dihadapan Alumnus AAU 93 yang hadir beserta keluarga.
Pada kesempatan yang sama dalam
wawancara singkat dengan Ketua Panitia Reuni, Kolonel Pnb Daan Sulfi, S.Sos,
M.Si. yang sehari-hari menjabat Komandan Wing Taruna AAU mengatakan, tujuan
acara ini untuk menjalin silahturahmi diantara Palaksara 93. “Ini adalah event
yang penting, setelah 25 tahun. Kita introspeksi diri, apa yang telah kita
lakukan selama 25 tahun yang lalu, kemudian apa yang akan kita lakukan untuk 25
tahun kedepan untuk organisasi TNI Angkatan Udara,” katanya.
“Hal ini harus sesuai dengan
statement kita sejak di Akademi Angkatan Udara hingga TNI bahkan secara
Nasional. Intinya satu, bahwa kita Alumnus AAU Angkatan 93 akan memajukan
organisasi TNI dan Kepolisian untuk menjaga pertahanan dan keamanan Negara,”
ujar Komandan Wing Taruna AAU.
Kolonel Pnb Daan Sulfi
juga menjelaskan, pesan yang diperoleh Taruna Taruni, melalui acara malam
ini sebagai gambaran bahwa ikatan emosional diantara sesama angkatan itu tidak
akan mudah luntur. Walaupun sudah 25 tahun berlalu, baik di Angkatan Udara
sendiri maupun dengan Angkatan yang lain dan Kepolisian.
Sementara itu, Sermatutar Ari
Bryllianto dalam ungkapannya menyatakan suasana silahturaminya sangat terasa.
“Nilai yang saya peroleh malam ini adalah nilai kebersamaan dan kekeluargaan.
Dimana dulunya masih sebagai taruna dan sekarang sudah berkeluarga, membawa
anaknya masing-masing,” ujarnya.
Reuni Alumnus AAU yang
dinamakan Reuni Perak Palaksara 93, secara megah dan kekeluargaan
diselenggarakan di lingkungan AAU. Biasanya acara reuni berupa makan malam
diadakan di gedung Handrawina. Gedung ini adalah tempat tradisi makan diadakan
setiap harinya. Ruang makan ini menyimpan kenangan yang tidak sedikit diantara
para Taruna Taruni apalagi bagi alumnus AAU. Bukanlah sembarangan orang dapat
memasuki area makan Handrawina.
Dalam kamus Palaksara
disebutkan tentang istilah ‘Andrawina’ yang artinya adalah tempat besar untuk
makan bersama. Makan bersama adalah kegiatan yang selalu dilakukan setiap
harinya. Makan bersama bisa dilakukan oleh dua orang ataupun lebih. Semakin
banyak orang yang berada di ruangan makan, akan memberikan kesan bersahabat.
Makan bersama juga sebagai alat pengikat silahturahmi kepada taruna taruni
ataupun siapa saja.
Namun tahun 2018 ini, gedung
ini sedang mangalami renovasi besar-besaran. Sehingga acara reuni dialihkan ke
gedung Sabang Merauke. Hal ini, menimbulkan ide bagi Palaksara 93 untuk
menyumbangkan gebyok (penyekat ruangan). Kecintaan terhadap Akademi AU
menjadikan mereka bergotong-royong memperindah ruang makan Taruna Taruni.
Dengan sesuatu yang tidak akan mudah lekang oleh waktu, yakni gebyok kayu jati
utuh.
Hadir dalam reuni kali ini
Wagub AAU sebagai yang paling dituakan. Sedangkan, keseluruhan lichting
Palaksara berjumlah 93 personel. Hingga kini, yang aktif berdinas di lingkungan
TNI AU sejumlah 79 personel. Dua diantaranya meraih anugerah pangkat bintang
satu, Yakni Danlanud Halim Perdanakusuma di Jakarta dan Panglima Sektor III AU.
Pangkosek III sudah menempati jabatannya di Medan, Sumatera Utara, dan sedang
menunggu pelantikan bintangnya. Tujuh dari 93 personel adalah pahlawan anumerta
sebab gugur saat melaksanakan tugas Negara. Tujuh lainnya beralih pengabdian
dengan berkarir di luar TNI AU.
Acara diisi oleh penyerahan
tali asih kepada mantan pengasuh, tayangan sekilas Lintas Masa ke Masa sejak
Perwira Remaja 1993. Ada Pelawak OWAH dan Rampak Gendang, lengkap dengan Brass
Band Taruna Taruni AAU***(SP/LKBK65).
Editor : M. Fahrozi
Gambar : Dokumen Puspen TNI untuk LKBK65
_________
“MENGUTIP SEBAGIAN
ATAU SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS MENDAPAT IZIN
TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
__________





Post a Comment