KETAPANG – Sebanyak 248 jemaah
calon haji (JCH) Kabupaten Ketapang yang tergabung dalam kloter 12, Rabu
(31 Juli 2018) berangkat menuju tanah suci. Jemaah calon haji Ketapang ini
bergabung bersama jemaah dari Bengkayang, Kapuas Hulu, beberapa jemaah Kota
Pontianak dan Propinsi Kepri. Keberangkatan JCH Kalbar ini dilepas staf ahli
Gubernur Kalbar Bidang Sosial dan SDM, Ir.Syawal Bondoreso MM. Hadir dalam
pelepasan tersebut, Wakil Bupati Ketapang, Drs H.Suprapto S, Asisten II Setda
Ketapang H.Farhan SE, M.Si, Wakil Ketua DPRD Ketapang, Junaidi SP, M.Si
dan Kepala Kantor Kementerian Agama Ketapang. Selain itu tampak juga, Wakil
Bupati Bengkayang dan Sekda Kapuas Hulu.
Usai pelepasan jemaah calon haji di embarkasi Batam, Wakil Bupati
Ketapang, Drs H. Suprapto S. Mengharapkan jemaah Ketapang selalu
menjaga kesehatan selama menjalani ibadah di tanah suci. Jemaah
diharapkan selamat sampai tujuan dan kembali ke Ketapang dalam keadaan sehat
dan menjadi haji yang mabrur.
Terkait tingginya minat umat Islam Ketapang untuk berhaji, sementara
kuota dari pusat sangat terbatas sehingga daftar tunggu cukup lama di
Ketapang. Harapannya, kuota haji khusus untuk Ketapang tahun-tahun
mendatang bisa ditambah.
Demikian juga dalam menjaga kesehatan jemaah. Terbatasnya waktu
istirahat jemaah selama di embarkasi Batam untuk kedepan dikatakan
Wakil Bupati Ketapang perlu dievaluasi. Pasalnya, untuk yang pertama
kalinya pelepasan jemaah dilakukan pukul 02.00 WIB. Dimana tahun-tahun sebelumnya,
seremonial pelepasan jemaah berangkat dilakukan usai sholat subuh. Sementara
untuk tahun ini sejak pukul 00.00 WIB jemaah sudah antri masuk ke aula
pemberangkatan. Dengan terbatasnya waktu istirahat bagi jemaah, Wakil Bupati
Ketapang berharap semoga tidak berdampak pada kesehatan fisik dan mental
jemaah.
"Padahal pesawat berangkat pukul 08.20 wib ke Jeddah, kedepan panitia
pemberangkatan disini (Embarkasi Batam) perlu koordinasi dengan lebih baik lagi
dengan pihak pesawat supaya pelepasan tidak dilakukan seperti saat ini,"
ucap Wakil Bupati Ketapang.
Karena tujuan pemberangkatan jemaah haji adalah dalam rangka ibadah. Wakil
Bupati Ketapang berharap, pelayanan waktu untuk jenaah sholat subuh juga tetap
terlaksana dengan baik. Jangan sampai, akibat mengejar waktu untuk berangkat menggunakan pesawat, membuat jemaah sholat
dalam bis, karena jika menunggu sampai ke bandara mungkin waktu sholat subuh
sudah berlalu.
"Alangkah lebih baik, kalau pemberangkatan dilakukan setelah jemaah
selesai mengerjakan sholat subuh berjemaah terlebih dahulu, hal seperti ini
kita harapkan perlu evaluasi oleh panitia disini (Batam,red) sehingga pelayanan
ke depan lebih baik, salah satunya dengan meningkatkan koordinasi sebaik
mungkin dengan pihak maskapai penerbangan," harap Wakil Bupati Ketapang.
Harapan JCH Ketapang mencapai haji yang mabrur juga disampaikan
H.Farhan SE, M.Si ketika ramah tamah dengan JCH di asrama haji
Pontianak. Para JCH diharapkan mantan Kepala Bappeda Ketapang agar selalu
menjaga kesehatan. Sehat fisik dan mental sangat menentukan bagi jemaah dalam
menjalankan ibadah di tanah suci. "Saya berharap jemaah selalu sehat dan kembali dengan selamat, semoga
menjadi haji yang mabrur," tegas H.Farhan SE M.Si.
Sementara itu, dalam acara pelepasan di embarkasi haji Batam, (31/7/2018)
dini hari, Drs Sarbaini. Kabag TU Kemenag Kota Batam menyampaikan Laporan Ketua
PPIH Embarkasi Batam. Selain melaporkan jumlah JCH yang berangkat,
diinformasikan juga kondisi cuaca di Saudi Arabia sehingga diharapkan jemaah
menjaga kesehatan. Selain itu juga diinformasikan sejumlah pembaharuan dari
Kementerian Agama untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji di tahun
2018. Peningkatan pelayanan itu diantaranya, CJH kini tidak lagi harus
mengantri berjam-jam untuk mengurus administrasi imigrasi setiba di bandara
Jeddah atau Madinah.
Proses pengambilan data 10 sidik jari dan biometrik kini dilakukan di
asrama haji. Selain itu, Kemenag juga menambah porsi makan untuk
jamaah selama di Mekkah. Jatah makan jamaah selama di Mekkah ditambah 15
kali, jadi total 40 kali makan.
"Menu dan bumbunya juga khas dari Indonesia," ucapnya. Selain itu, seluruh jamaah yang berada di Madinah di zona terdekat dengan Masjid Nabawi yakni area Markaziyah. Area Markaziya yang berada di
radius 650 meter dari masjid Nabawi. Dengan demikian jarak semakin dekat dengan
Masjid Nabawi dibanding tahun tahun sebelumnya diluar Markaziyah. Hal ini
dikarenakan seluruh hotel di Markaziyah berhasil disewa full untuk jemaah haji
Indonesia.
Peningkatan pelayanan haji dilakukan juga dengan dibentuknya Tim
Petugas Preventive pada jemaah haji (P3JH). Tim ini tenaga media TNI-Polri
berkoordinasi erat dengan tim kesehatan dari Kemenkes. Begitu juga. Kemenag
menempatkan konsultan ibadah di setiap sektor sehingga menjadi tempat
berkoordinasi petugas pembimbing ibadah yang menyertai jemaah.
Seremonial pelepasan JCH dari Kalbar dilepas oleh staf ahli Gubernur Kalbar
Bidang Sosial dan SDM, yaknia Ir. Syawal Bondoreso MM. Ia mengingatkan jemaah
untuk menjaga kesehatan. Apalagi kondisi cuaca
di Saudi Arabia antara 40-50 derajat celcius, maka tidak menutup
kemungkinan akan mudah terserang berbagai penyakit.
Selain itu ia berpesan, agar JCH melaksanakan ibadah sebaik-baiknya
dengan niat semata- semata beribadah kepada Allah SWT. Laksanakan
ibadah yang tertib dan teratur. Selain itu diingatkan selama berada di
tanah suci, JCH hendaknya mengurangi kegiatan yang tidak langsung
menunjang ibadah haji seperti berbelanja dan membawa barang
berlebihan. Pelajari dan fahami buku pedoman haji yang sudah dibagikan
dengan baik, sehingga JCH dapat melaksanakan salah satu rukun Islam itu
dengan maksimal. "Harus diingat bahwa jemaah haji Kalbar yang berjumlah 2 527 orang
akan berbaur dengan Jemaah haji dari negara lain," ujar staf ahli Gubernur
Kalbar.
JCH dari berbagai negara tentu akan ritual di waktu dan tempat yang sama. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri untuk adaptasi dengan situasi dan kondisi tersebut. Karena itu, jauhi sikap egois mau
menang sendiri. Buang jauh-jauh sikap arogan dan meremehkan orang lain. Bangun semangat kasih sayang dan kebersamaan, kembangkan jiwa solidaritas
ukhuwah, serta membangun sikap toleransi dan saling menghormati. "Tampilkan sikap dan sosok haji Indoneisa yang santun dan berakhlakul
karimah," katanya.
Lebih lanjut ia menuturkan agar JCH juga hendaknya memahami, bahwa perjalanan
ke tanah suci ini adalah untuk beribadah. Agar prosesi ibadah ini dapat
berjalan dengan baik, maka ditunjang dengan fisik dan mental yang baik juga.
Karena itu, dia mengharapkan energi dan stamina tidak diporsir sebelum
waktunya sehingga mengakibatkan kondisi kesehatan fisik dan mental
menurun pada saat rangkaian ibadah haji mencapai puncaknya.
Staf ahli Gubernur Kalbar juga mengharapkan agar para JCH menjunjung tinggi
harkat dan martabat bangsa dan negara, khusuisnya nama daerah Kalimantan Barat
selama dalam perjalanan maupun di negara Arab Saudi dengan tertib, hormati dan
taati undang-undang yang berlaku di Arab Saudi."Mohon dido’akan untuk
kebahagian keluarga, bangsa dan negara," tuntasnya.***(PK/LKBK65).
Penulis : Andi Candra
Editor :
M. Fahrozi
Gambar : Dokumen Humas Sekda Ketapang untuk
LKBK65
_________
“MENGUTIP SEBAGIAN
ATAU SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS MENDAPAT IZIN
TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
__________










Post a Comment