KUBU RAYA – Keberagaman yang
ada di Kalimantan Barat merupakan kekayaan dan keindahan sebagai modal dasar
dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, sangat penting untuk dirajut bersama
dan dijaga dalam suatu bingkai kesatuan dan persatuan yaitu Bhineka Tunggal
Ika, jelas Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, dalam
sambutannya pada acara Tatap Muka dalam rangka Kunjungan Pastoral Uskup
TNI/POLRI dengan Umat Katolik se-Garnisun Pontianak, di Aula Makodam XII/Tpr,
Rabu (18/7/2018).
Dikatakan Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi,
bahwa kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kadar keimanan dan ketakwaan
kepada Tuhan Yang Maha Kuasa guna memantapkan rasa kebangsaan dan cinta tanah
air. Juga tatap muka seperti ini, merupakan sarana yang paling efektif untuk
memelihara dan meningkatkan kebersamaan dalam membangun komunikasi dialogis,
guna memperkuat dan mempererat kerja sama serta memberikan kontribusi yang
terbaik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Selain itu, Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi,
menyampaikan kondisi wilayah Kodam XII/Tpr, yang saat ini membawahi dua
Provinsi, yaitu Provinsi Kalbar dan Kalteng, dengan keberagaman masyarakatnya
yang majemuk.
“Bila kemajemukan tidak disikapi dengan baik maka akan menimbulkan potensi
acamanan, hal tersebut merupakan titik lemah yang mudah dimanfaatkan oleh
pihak-pihak yang ingin merongrong kedaulatan bangsa dan negara. Namun, bila
kemajemukan tersebut dipotensialkan dengan baik, maka akan menghasilkan
kekuatan yang luar biasa untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan Nasional,”
tegas Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi.
Lebih jauh Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi,
menyampaikan, dalam merawat sebuah wilayah dengan tingkat kemajemukan yang
sangat tinggi bukanlah perkara mudah, apabila tidak dapat dikelola dengan baik,
maka akan berbalik menjadi racun sosial (social poison) dan dapat mengarah
kepada berbagai realita yang destruktif.
“Jadi untuk menjaga kemajemukan, bangun kesadaran sosial dan saling
toleransi antar sesama. Sebab, keberagaman yang ada merupakan jati diri dan
kekuatan bangsa yang harus terus dijamin keberlangsungannya hingga anak cucu
kita,” terangnya.
Panglima Kodam XII/Tpr pun berpesan, sebagai aparat negara harus mempunyai
keimanan yang kuat untuk menjadi pribadi yang baik dan menjadi penggerak dan
aktif dalam kegiatan keagamaan serta memberi kontribusi terbaik untuk rakyat.
Mari bersama-sama belajar dari nilai-nilai agama dan menjadikan agama sebagai
pedoman dan pegangan bagi umat Katolik dimanapun berada.
Diakhir sambutannya, Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI Achmad
Supriyadi, memohon Do’a kepada Bapak Uskup untuk seluruh prajurit Kodam XII/Tpr
yang saat ini sedang melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan
RI-Malaysia dan RI-Papua Nugini, untuk Kontingen PORAD Kodam XII/Tpr yang akan
dilaksanakan pada 20 hingga 29 Juli 2018, dan untuk tim lomba Piala Kasad yang
akan berlaga di Cilodong. Semoga apa yang sudah dipersiapkan dan dilatihkan
mendapat prestasi yang membanggakan Kodam XII/Tpr.
Hadir saat acara tersebut, Panglima Kodam XII/Tpr, Mayor Jenderal TNI
Achmad Supriyadi, Uskup TNI/POLRI, Monsinyur Profesor. Dr. Ignatius Suharyo,
Uskup Agung Pontianak, Monsinyur Agustinus Agus Projo, Pastor Bantuan Militer
dan Polisi, Romo Rufinus Neto Wully, Danlantamal XII, Danlanud Supadio dan
Wakapolda Kalbar serta seluruh umat Katolik keluarga besar TNI-POLRI
se-Garnisun Pontianak.***(SP/LKBK65).
Editor : M. Fahrozi
Gambar : Dokumen Pendam Tanjungpura untuk LKBK65.
_________
“MENGUTIP SEBAGIAN
ATAU SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS MENDAPAT IZIN
TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
__________



Post a Comment