KETAPANG –
Pelepasan pemberangkatan Calon Jemaah Haji Kabupaten Ketapang dilaksanakan di
Pendopo Rumah Dinas Bupati Ketapang, Sabtu (28/07/2018). Pelepasan secara resmi dilakukan Bupati Ketapang, Martin Rantan
SH, M.Sos. Kemudian, pemberangkatan sebanyak 248 jemaah calon haji Ketapang
menuju Pontianak dilaksanakan, Minggu (29/07/2018) di Pendopo Bupati Ketapang.
Menurut Drs H.Gusti Indra
Kusuma, M.Si, Ketua Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Haji Kabupaten
Ketapang jumlah Jemaah calon haji Kabupaten Ketapang berdasarkan kuota haji
adalah 249 orang. Namun satu orang meninggal dunia atas nama Yuliana Nasir
Said asal Kecamatan Delta Pawan sehingga yang berangkat berjumlah 248 orang
jemaah haji ditambah satu pendamping, yaitu saudara Munizar S.Pd.I yang
dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Ketapang.
“Syukur Alhamdulillah sampai hari ini jemaah calon haji dalam
keadaan sehat wal afiat,” tegas Drs H.Gusti Indra Kusuma, M.Si, Ketua Panitia
Pemberangkatan dan Pemulangan Haji Kabupaten Ketapang.
Jemaah calon haji Ketapang akan
diberangkatkan dari Ketapang menuju Pontianak pada hari Minggu 29
Juli,mempergunakan pesawat NAM Air dan Wings sebanyak 4 kali penerbangan.
Kemudian dari Asrama Haji Pontianak menuju embarkasi Batam dilakukan pada
tanggal 30 Juli 2018 mempergunakan Sriwijaya Air.
Sedangkan dari Hang Nadim dilaksanakan pada tanggal 31 Juli
2018 mempergunakan pesawat Saudi Arabia Air Lines. “Jemaah haji, Insya Allah
akan tiba di Ketapang pada tanggal 12 September 2018,” ucap mantan
Camat Kendawangan itu.
Ia menerangkan berkaitan dengan
biaya transportasi jemaah calon haji dari Ketapang menuju Pontianak pulang
pergi (PP), maka berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Ketapang dibebankan kepada calon jemaah haji. Dalam kesempatan itu ia
juga menerangkan JCH berdasarkan kelamin, pendidikan dan pekerjaan.
Demikian juga diperkenalkan jemaah calon haji termuda asal dari
Manismata, atas nama Eva Rahayu Syamsi kelahiran 13 Maret 1989 (umur
29 tahun), dan jemaah calon haji tertua berasal dari Kecamatan Matan Hilir
Selatan, atas nama Hairani Uti Asran, kelahiran 26 Mei 1941 (berusia 77 tahun).
Setelah laporan dari Ketua
Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Haji Kabupaten Ketapang, pengarahan
kemudian disampaikan H.Ikhwan Pohan S.Ag, M.Pd, Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Ketapang, arahan yang disampaikan kepada jemaah bagaimana
melaksanakan ibadah haji sesuai syariat.
Demikian juga pesan menjaga kesehatan dan lain sebagainya.
Selain itu, Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang juga mengucapkan
terima kasih kepada Bupati Ketapang yang telah memberikan perhatian khusus
terhadap pemberangkatan jemaah calon haji ini. Termasuk juga selama ini dilakukkan
manasik haji oleh Pemkab Ketapang bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Ketapang.
Seterusnya, tausiah singkat
disampaikan H.Uti Konsen. Ia mengingatkan jemaah untuk menggantung harapan dan
doa semata-mata kepada Allah SWT. Ia menceritakan beberapa kejadian kekuatan
doa. Dimana, kejadian pesawat yang menembus awan panas, sehingga mengalami
kerusakan. Saat itu pilot sudah pasrah, dan berdoa kepada Allah SWT agar
penumpang diselamatkan.
Walaupun pesawat mengalami kerusakan, akhirnya pesawat bisa
didaratkan darurat di Sungai Bengawan Solo. Begitu, juga kisah kejadian seorang
penceramah, yang melakukan umroh pada bulan Ramadhan. Biasanya, di Masjidil
Haram sudah biasa dibagikan takzil untuk berbuka puasa. Karena ia tidak
menggantungkan harapan kepada Allah, entah bagaimana ia dilewati orang orang
Arab yang membagikan makanan berbuka puasa.
Ia menyadari, karena semata-mata tidak menggantungkan harapan
kepada Allah, keesokan harinya, ia benar-benar menggantungkan harapan kepada
Allah, maka walaupun menyadari di tempat agak jauh dari keramaian, tetapi
berlomba-lomba orang Arab membagikan santapan berbuka puasa kepada
dirinya.
Begitu juga, jika dalam manasik banyak dibekali doa, tetapi
dalam melaksanakan ibadah haji tidak memungkinkan menghafalkan doa. Maka H.Uti
Konsen mengingatkan agar jangan melupakan doa sapu jagat. Ia menceritakan suatu
ketika salah satu mantan Menteri Agama hadir dan diharapkan membaca doa. Tapi
dalam acara itu ia membaca doa singkat, yaitu doa sapu jagat, “ Rabbanaa Aatinaa Fiddun Yaa Hasanah, Wa Fil Aakhirati
Hasanah, Waqinaa ‘Adzaa Ban Naar. Artinya: Ya Tuhan
kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirrat, dan
jagalah kami dari siksa api neraka. Jangan dilihat dari panjangnya doa, tapi makna
dan menggantungkan harapan semata-mata kepada Allah SWT.“Yakinlah dengan
kekuatan doa, dan gantungkan harapan semata-mata kepada Allah,” ucap H.Uti
Konsen.
Usai tausiah H.Uti Konsen,
seterusnya Bupati Ketapang Martin Rantan SH, M.Sos, atas nama Pemerintah
Kabupaten Ketapang mengucapkan selamat datang kepada jemaah calon
haji Kabupaten Ketapang yang mengikuti acara pelepasan pemberangkatan haji.
“Saya juga ucapkan selamat kerpada bapak ibu yang
terpilih dan terpanggil menjadi tamu-tamu Allah tahun ini,” tegas Bupati
Ketapang.
Dilanjutkannya, tidak
terasa musim haji tahun ini akan diberangkatkan kembali jemaah
calon haji Kabupaten Ketapamg menuju Mekkah Arab Saudi. Untuk memudahkan
selama menunaikan ibadah haji di Mekkah, maka Pemerintah Kabupaten
Ketapang telah menunjuk dua petugas haji di Mekkah yang akan mendampingi
dan membantu jemaah calon haji selama menunaikan ibadah haji, yaitu Ustadz
Haji Rudi bin H.Ahmad Fauzi dan Ustadz H.Jasmuri.
Menurut Bupati Ketapang, jemaah
calon haji akan berangkat semua dikoordinir oleh panitia pemberangkatan
dan pemulangan haji daerah Kabupaten Ketapang diberangkatkan menuju Pontianak mempergunakan
pesawat NAM AIR dan Wings Air. Maka, tidak ada lagi yang mempergunakan jalur
lain selain yang dikoordinir oleh panitia. Hal ini ditetapkan untuk menjaga
kebersamaan, kekompakan dan keutuhan jemaah calon haji Kabupaten Ketapang.
Penyelenggaraan haji merupakan tugas nasional yang menyangkut
harkat, martabat dan nama baik bangsa dan negara di luar negeri yang menjadi
tanggungjawab pemerintah Indonesia. Disebutkan Bupati bahwa Pemerintah berupaya
memperbaiki pelayanan ibadah haji agar lebih transparan, mudah, nyaman, dan
profesional.
Namun demikian partisipasi masyarakat, merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari sistem dan manajemen penyelenggaraan ibadah haji. Tujuan
pelayanan ibadah haji untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan
perlindungan yang sebaik-baiknya bagi jemaah haji. Dalam rangka penyelenggaraan
haji, maka masyarakat dapat memberikan bimbingan ibadah haji, baik dilakukan
perorangan maupun membentuk kelompok bimbingan yang mendapat izin operasional
dari Kementeraian Agama,
Lebih lanjut ia menuturkan,
beberapa tahun belakangan ini, jumlah calon jemaah haji terus meningkat.
Ini dapat kita lihat dengan banyaknya masyarakat yang mendaftar di berbagai
bank yang ditunjuk oleh pemerintah. Ini menunjukkan bahwa tingkat
kesadaran umat Islam cukup tinggi tentang ibadah haji. Karena itu ia berharap
jemaah calon haji untuk menjaga kesehatan, karena ibadah haji merupakan
ibadah fisik. Apalagi suhu di Madinah dan Mekkah Arab Saudi mencapai
50 derajat celcius.
“Saya ucapkan selamat jalan kepada jemaah calon haji
Kabupaten Ketapang musim haji 1439 H/2018 dan semoga dapat melaksanakan
ibadah haji derngan baik serta kembalinya nanti menjadi haji yang mabrur,”
tuntas Bupati Ketapang yang dalam kesempatan itu juga memperkenalkan jajaran
Forkopimda kepada para jemaah calon haji Ketapang.***(PK/LKBK65).
Penulis
: Andi Candra, Humas
Sekda Ketapang
Editor : M. Fahrozi
Gambar :
Dokumen Humas Sekda Ketapang untuk LKBK65
_________
“MENGUTIP SEBAGIAN
ATAU SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS MENDAPAT IZIN
TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
__________









Post a Comment