KETAPANG – Pemenuhan rasa
aman menjadi kebutuhan dasar manusia. Menurut Kapolda Kalbar, Irjen
(pol) Drs Didi Haryono SH MH bahwa penemuhan rasa aman, sama juga
dibutuhkan manusia setelah memenuhi rasa lapar maupun haus. Situasi daerah yang
aman harus kita jaga bersama, sehingga dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya
investasi, pada akhirnya dapat mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera.
Keinginan mewujudkan Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Ketapang
dikatakan Kalbar sudah terbukti. Fakta nyata adalah dari pelaksanaan Pemilukada
serentak di Kalimantan Barat, baik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta
pemilihan Bupati dan walikota tahun 2018. Masyarakat Kalimantan Barat mampu
mematahkan prediksi lembaga pusat, termasuk Mabes Polri. Dimana, Kalbar dalam
tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak diprediksi wilayah paling rawan kedua
setelah Papua.
Tahapan tersebut mulai dari sebelum pemungutan suara, hari pemungutan
sampai tadi hasil pemilukada di Kalimantan Barat sudah ditetapkan oleh KPUD
Propinsi Kalbar, termasuk juga hasil pemilihan Bupati dan walikota. Hanya satu
kabupaten yang belum ditetapkan karena masih melangsungkan gugatan ke Mahkamah
Konstitusi. Walaupun demikian kondisi keamanan dan ketertiban di Kalimantan
Barat tetap terjaga.
“Saya mewakili jajaran pimpinan daerah di Kalimantan Barat mengucapkan
terima kasih dan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang sudah menjaga
keamanan di Kalimantan Barat, ini membuktikan masyarakat Kalbar menginginkan
kemajuan di daerah ini,” tegas Kapolda Kalbar, Irjen (pol) Drs Didi Haryono SH,
MH dalam Tatap Muka dengan Forkopimda dan elemen tokoh masyarakat di Pendopo
Bupati Ketapang, Selasa (24/07/2018) malam.
Panjang lebar, Kapolda Kalbar menuturkan harapan agar keamanan dan
ketertiban ini terus terjaga, khususnya dalam mendorong perekonomian daerah.
Karena masuknya investasi, sudah dipastikan salah satu pertimbangannya adalah
kondisi yang aman. Baik investasi di bidang bidang perkebunan,
industry dan lain sebagainya.
Memastikan kondisi yang aman, tentunya menjadi bagian tugas Polri/TNI
bersama dengan masyarakat. Demikian juga partisipasi pelaku usaha. Partisipasi
masyarakat sangat penting , karena terbatasnya jumlah aparat keamanan.
Keberadaan pelaku usaha mengembangkan perekonomian, khususnya investor dari
luar negeri seperti Tiongkok, Malaysia, Jerman, Amerika dan lainnya, tentu
didukung pihak Kepolisian. Ia mempersilakan Pemodal Modal Asing berinvestasi di
daerah, tetapi harus memperhatikan peraturan yang berlaku di negeri ini.
Termasuk juga memperhatikan keseimbangan alam dan kearifan budaya lokal.
Kapolda Kalbar menyampaikan permohonan maaf atas kejadian viral Kapolres
Ketapang beberapa waktu lalu. Keteledoran seperti ini diharapkan jangan
terulang kembali.
Selain tatap muka dengan Kapolda Kalbar, malam silaturahmi juga
dimanfaatkan untuk salam perkenalan Kapolres Ketapang AKBP Yuri Nurhidayat
S.Ik. mantan Kapolres Singkawang belum lama ini dilantik menjadi Kapolres
Ketapang.
Selain memperkenalkan diri pribadi, Kapolres Ketapang tak lupa menyampaikan
rasa bangganya, karena dirinya dilantik dan diantar langsung Kapolda Kalbar
untuk bertugas di Ketapang. Mungkin, dirinya satu-satunya Kapolres di Kalbar
yang diantar bertugas oleh Kapolda. Karena itu, selain berpegang pada aturan
yang berlaku, tak lupa ia menyebutkan perlunya arahan pimpinan dalam
menjalankan amanah. Sangat penting lagi, adalah dukungan seluruh elemen masyarakat
Ketapang.
Dengan dukungan semua komponen masyarakat, diharapkan bisa mewujudkan
daerah yang aman, damai dan nyaman bagi semua orang. Dengan kondisi yang aman,
maka daerah ini akan semakin maju.
Sebelum Kapolres dan Kapolda Kalbar menyampaikan perkenalan dan arahan
Kamtibmas, Bupati Ketapang , Martin Rantan SH M.Sos mengucapkan selamat datang
kepada Kapolda Kalbar, dan Kepala BIN Kalbar yang melakukan kunjungan ke
Wilayah Ketapang.
Bupati Ketapang melaporkan kondisi geografis Ketapang baik wilayah, jumlah
penduduk maupun kondisi perekonomian. Menurut Bupati Ketapang, saat ini
pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ketapang diatas 7 persen, dan berada di urtutan
ke 28 se Indonesia. Hal ini tidak lepas didukung oleh masuknya investasi
dibidang perkebunan sekitar 74 perizinan, maupun industry pengolahan alumina.
Dengan hadirnya Kapolda Kalbar di Ketapang, diharapkan oleh Bupati Ketapang
bisa memberikan pengarahan untuk ketertiban dan keamanan, termasuk antisipasi
Karhutla di wilayah Ketapang.***(PK/LKBK65).
Penulis : Andi Candra, Humas Sekda Ketapang
Editor : M. Fahrozi
Gambar : Dokumen Humas Sekda
Ketapang untuk LKBK65
_________
“MENGUTIP SEBAGIAN
ATAU SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS MENDAPAT IZIN
TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
__________












Post a Comment