SELAMAT DATANG DI PORTAL LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) - UNTUK INDONESIA KAMI ADA
Home » , , , , » Mengurai Benang Kusut BUMD PT. Ketapang Mandiri, SPBU Belum Beroperasi, Ini Masalahnya

Mengurai Benang Kusut BUMD PT. Ketapang Mandiri, SPBU Belum Beroperasi, Ini Masalahnya

Written By lkbk on Tuesday, April 3, 2018 | 2:15 AM

(BAGIAN TIGA)

KETAPANG – Masalah yang menimpa BUMD PT. Ketapang Mandiri, milik Pemkab Ketapang, Kalimantan Barat, hingga berita ini diturunkan, belum juga ada tanda tanda akan selesai, sebab sudah hampir dua bulan SPBU milik perusahaan daerah itu belum juga beroperasi untuk melayani konsumen akan kebutuhan BBM seperti biasanya.

Berkaitan dengan itu, media ini secara perlahan akan terus mengurai benang kusut yang melilit di BUMD PT. Ketapang Mandiri itu. Beberapa hari lalu Tim Media ini melakukan konfirmasi dengan Plt. Dirut PT. Ketapang Mandiri, H. Hamimzar Yayha,SIP, banyak hal yang diceritakannya tentang carut marut yang terjadi di perusahaan tersebut.

Menurut Hamimzar Yahya, bahwa setelah dirinya melaksanakan tugas pada tanggal 26 Pebruari 2018, seolah olah terjadi dua kepemimpinan di perusahaan itu, yakni antara dirinya dengan Drs.Eko Iskandar.

“Shif siang jam 17.00 – 14.00 Wiba, hasil penjualan BBM di SPBU PT. Ketapang Mandiri itu diserahkan ke Eko Iskandar, dan Shif siang jam 14.00 – 20.00 wiba, hasil penjualan BBM nya diserahkan ke saya”, ungkap Hamimzar Yahya, membuka ceritanya.

Selanjutnya, kata Hamimzar Yahya, pada tanggal 21 Pebruari 2018, dia mau menebus DO/Pembelian BBM di Bank BRI Cabang Ketapang, dan Bank BRI menyarankan agar mengubah specimen tanda tangan dari Dirut PT. Ketapang Mandiri yang lama ke Dirut yang baru.

 “Tetapi setelah mau diproses ada surat dari Eko Iskandar ke Bank BRI, yang intinya penebusan DO atau pembelian BBM ke PT. Pertamina, tidak dapat dilaksanakan, untuk itu pihak Bank BRI meminta data dari saya, untuk dipelajari karena Pimpinan Bank BRI Ketapang saat itu tidak berada ditempat.”, cerita Hamimzar Yahya.

Kemudian lanjut Hamimzar Yahya, pada tanggal 22 Pebruari 2018 pihak Bank BRI menyarankan agar permasalahan ini dimusyawarahkan dengan Ir.Gusti Kamboja,MH.

“Dan pada tanggal 23 Pebruari 2018 Pak Bupati Martin Rantan beserta stafnya berkunjung ke Bank BRI Cabanag Ketapang, namun Pimpinan Bank BRI saat itu belum juga berada ditempat”, ujar Hamimzar kesal.

Hasilnya, kata Hamimzar, Senin, tanggal 26 Pebruari 2018 pihak Bank BRI menyampaikan kepada pihaknya, bahwa permasalahan ini sudah disampaikan ke LO di Jakarta.

“Kita menunggu jawaban dari Jakarta, namun hingga sampai hari ini pihak Bank BRI belum memberikan keterangannya”, kata Hamimzar Yahya.

Diceritakan Hamimzar Yahya lebih lanjut, bahwa pada tanggal 20 Pebruari 2018, pihaknya juga telah menemui Feri di Jober PT.Pertamina (persero) Ketapang, namun disarannya Feri agar mereka duduk bersama untuk bermusyawarah dengan  Gusti Kamboja.

“Untuk tanggal 21,22, dan 23 Pebuari 2018, pihak PT. Pertamina (persero) melaui Bapak Feri tidak menyuplai BBM ke SPBU PT.Ketapang Mandiri untuk memberi waktu agar bermusyawarah dan jika musyawarah tidak ada kata mufakat maka disarankannya agar kami ke PT. Pertamina (persero) di Pontianak menemui Bapak Andi Reza Ramadan selaku SR PT. Pertamina”, terang Hamimzar.

Atas saran dari Feri tersebut, selanjutnya pihak Plt. Dirut PT. Ketapang Mandiri, Hamimzar Yahya, pada tanggal 26 Pebruari 2018 menemui Andi Reza Ramadan di PT.Pertamina di Pontianak.

“Hasilnya, kamipun disarankannya sama juga dengan yang sebelumnya, agar diselesaikan secara musyawarah dengan Gusti Kamboja, dan jika ada hasil kesepakatan antara kedua belah pihak maka penyaluran BBM ke SPBU PT. Ketapang Mandiri dapat dilaksanakan, sambil menunggu dan mempelajari data dan berkas yang telah disampaikan”, pungkas Hamimzar Yahya.***(Tim/LKBK65).

BERSAMBUNG............

Gambar : H. Hamimzar Yahya, SIP, Plt PT.Ketapang Mandiri.***(Ist).

_________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS SEIZIN TERTULIS DARI REDAKSIHAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
__________

Share this post :

Post a Comment