(BAGIAN
TIGA)
KETAPANG – Masalah yang
menimpa BUMD PT. Ketapang Mandiri, milik Pemkab Ketapang, Kalimantan Barat,
hingga berita ini diturunkan, belum juga ada tanda tanda akan selesai, sebab
sudah hampir dua bulan SPBU milik perusahaan daerah itu belum juga beroperasi untuk
melayani konsumen akan kebutuhan BBM seperti biasanya.
Berkaitan
dengan itu, media ini secara perlahan akan terus mengurai benang kusut yang
melilit di BUMD PT. Ketapang Mandiri itu. Beberapa hari lalu Tim Media ini
melakukan konfirmasi dengan Plt. Dirut PT. Ketapang Mandiri, H. Hamimzar
Yayha,SIP, banyak hal yang diceritakannya tentang carut marut yang terjadi di
perusahaan tersebut.
Menurut
Hamimzar Yahya, bahwa setelah dirinya melaksanakan tugas pada tanggal 26
Pebruari 2018, seolah olah terjadi dua kepemimpinan di perusahaan itu, yakni
antara dirinya dengan Drs.Eko Iskandar.
“Shif
siang jam 17.00 – 14.00 Wiba, hasil penjualan BBM di SPBU PT. Ketapang Mandiri itu
diserahkan ke Eko Iskandar, dan Shif siang jam 14.00 – 20.00 wiba, hasil
penjualan BBM nya diserahkan ke saya”, ungkap Hamimzar Yahya, membuka
ceritanya.
Selanjutnya,
kata Hamimzar Yahya, pada tanggal 21 Pebruari 2018, dia mau menebus DO/Pembelian
BBM di Bank BRI Cabang Ketapang, dan Bank BRI menyarankan agar mengubah
specimen tanda tangan dari Dirut PT. Ketapang Mandiri yang lama ke Dirut yang
baru.
“Tetapi setelah mau diproses ada surat dari Eko
Iskandar ke Bank BRI, yang intinya penebusan DO atau pembelian BBM ke PT. Pertamina,
tidak dapat dilaksanakan, untuk itu pihak Bank BRI meminta data dari saya, untuk
dipelajari karena Pimpinan Bank BRI Ketapang saat itu tidak berada ditempat.”,
cerita Hamimzar Yahya.
Kemudian
lanjut Hamimzar Yahya, pada tanggal 22 Pebruari 2018 pihak Bank BRI menyarankan
agar permasalahan ini dimusyawarahkan dengan Ir.Gusti Kamboja,MH.
“Dan
pada tanggal 23 Pebruari 2018 Pak Bupati Martin Rantan beserta stafnya
berkunjung ke Bank BRI Cabanag Ketapang, namun Pimpinan Bank BRI saat itu belum
juga berada ditempat”, ujar Hamimzar kesal.
Hasilnya,
kata Hamimzar, Senin, tanggal 26 Pebruari 2018 pihak Bank BRI menyampaikan kepada
pihaknya, bahwa permasalahan ini sudah disampaikan ke LO di Jakarta.
“Kita
menunggu jawaban dari Jakarta, namun hingga sampai hari ini pihak Bank BRI
belum memberikan keterangannya”, kata Hamimzar Yahya.
Diceritakan
Hamimzar Yahya lebih lanjut, bahwa pada tanggal 20 Pebruari 2018, pihaknya juga
telah menemui Feri di Jober PT.Pertamina (persero) Ketapang, namun disarannya Feri
agar mereka duduk bersama untuk bermusyawarah dengan Gusti Kamboja.
“Untuk
tanggal 21,22, dan 23 Pebuari 2018, pihak PT. Pertamina (persero) melaui Bapak
Feri tidak menyuplai BBM ke SPBU PT.Ketapang Mandiri untuk memberi waktu agar
bermusyawarah dan jika musyawarah tidak ada kata mufakat maka disarankannya
agar kami ke PT. Pertamina (persero) di Pontianak menemui Bapak Andi Reza Ramadan
selaku SR PT. Pertamina”, terang Hamimzar.
Atas
saran dari Feri tersebut, selanjutnya pihak Plt. Dirut PT. Ketapang Mandiri, Hamimzar
Yahya, pada tanggal 26 Pebruari 2018 menemui Andi Reza Ramadan di PT.Pertamina
di Pontianak.
“Hasilnya,
kamipun disarankannya sama juga dengan yang sebelumnya, agar diselesaikan
secara musyawarah dengan Gusti Kamboja, dan jika ada hasil kesepakatan antara
kedua belah pihak maka penyaluran BBM ke SPBU PT. Ketapang Mandiri dapat
dilaksanakan, sambil menunggu dan mempelajari data dan berkas yang telah
disampaikan”, pungkas Hamimzar Yahya.***(Tim/LKBK65).
BERSAMBUNG............
Gambar : H.
Hamimzar Yahya, SIP, Plt PT.Ketapang Mandiri.***(Ist).
BACA JUGA : Mengurai Benang
Kusut BUMD PT. Ketapang Mandiri, Ini Direktur Utamanya Sejak 2002 – 2018
_________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS SEIZIN TERTULIS DARI
REDAKSI, HAK
CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
__________

Post a Comment