KETAPANG – Rangkaian
perayaan Tahun Baru Imlek 2569 seperti Cap Go Meh di berbagai daerah, khususnya
yang ada di Kalimantan Barat, termasuk di Kabupaten Ketapang, dirayakan dengan
meriah dan suka cita oleh warga Tionghoa dan warga setempat yang berbaur
menjadi satu.
Namun dibalik kemeriahan Cap Go Meh 2018 ini membuat MABT (
Majelis Adat Budaya Tionghoa) Ketapang keberatan, pasalnya acara yang murni mengangkat
adat dan budaya Tionghoa ini telah disusupi pesan pesan politik, khususnya
kampanye terselubng dari salah satu Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur
Kalbar.
“Majelis Adat Budaya Tionghoa keberatan dan tidak setuju
acara memeriahkan Cap Go Meh di susupi pesan pesan politik, contohnya yang
dilakukan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar Milton Boy yang tiba tiba balihonya
terpampang di mobil kompoi para Tatung di Ketapang”, tegas Ketua MABT Ketapang,
Susilo Aheng, kepada media ini usai mengikuti pawai Cap Go Meh, Jumat
(02/03/2018) pagi tadi.
Selanjutnya kata Susilo Aheng, atas kejadian itu
dirinya minta kepada Panwaslu Kabupaten Ketapang, untuk bekerja dan menegakkan
aturan dengan benar. “Dan kita berharap perayaan Cap Go Meh ini di rayakan
murni mengangkat adat budaya tanpa berbau politik tertentu”, pungkasnya.***(Halim Anwar/LKBK65).
______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS SEIZIN TERTULIS
DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
_______

Post a Comment