KETAPANG – Mantan Bupati Ketapang, Kalimantan Barat, periode
2010 – 2014, Drs. Henrikus, M.Si, sejak mengakhiri jabatannya hingga saat ini terus aktif dan focus mengolah lahan persawahannya di
Desa Sukamaju, Kecamatan Muara Pawan.
“Saye
sekarang ni tengah sibuk ngetam padi, begulut dengan hari hujan”, ungkap Henrikus
kepada media ini, Rabu (28/03/2018) sore.
Selanjutnya
diakui Henrikus, bahwa padi yang sedang dipanennya itu, dari benih Impari 32
bantuan Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan, Kabupaten Ketapang.
“Luas tanam
kurang lebih 6 Hektar. Penghasilan masih rendah, kurang lebih 5 – 6 Ton per
hektarnya”, kata Henrikus, seraya menjelaskan bahwa kendala yang sedang
dihadapinya dalam mengolah sawahnya itu yaitu ketika padi yang dipanennya banyak
hampa yang diakibatkan ada ulat di dalam batang padi tersebut.
Namun
demikian, diakui Henrikus, yang ketika masih menjabat sebagai Bupati Ketapang
beberapa waktu lalu pernah mengusung Program Petani Berdasi itu, bahwa dirinya
tetap menanam padi dengan terus mengevaluasi dan memperbaiki kelemahan serta
kendala kendalanya, dengan motto “Kita Boleh Tidur, Tetapi Lahan Jangan Tidur”.
Menyinggung
tentang Program Petani Berdasi yang pernah diusungnya tersebut, dikatakan
Henrikus, bahwa di Kabupaten Ketapang ini populasi penduduk semangkin hari semakin
meningkat, lahan semangkin sempit, ketersediaan pangan terbatas, dan harga
pangan atau beras pun ikut meningkat pula.
“Dengan
demikian kebutuhan akan beras tidak bisa kita dihindari. Sebetulnya tugas
petani itu mulia, dan mereka harus di perhatikan serius. Saya jadi teringat
"Kelompencapir nya Pak Soeharto", kini manfaatnya sangat terasa, dan
itu sangat saya rasakan setelah saya turun langsung ke sawah”, pungkas Henrikus.***(Halim Anwar/LKBK65).
Gambar : Mantan Bupati Ketapang, Drs. Henrikus, M.Si, usai
panen padi di sawahnya, Rabu (28/03/2018).***(Ist).
_________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI
HARUS SEIZIN TERTULIS DARI
REDAKSI, HAK
CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
__________

Post a Comment