JAKARTA – Presiden Joko Widodo menegaskan
bahwa pemerintah tidak berdiam diri terhadap kejadian luar biasa campak dan
gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, dalam beberapa
bulan terakhir.
Menurut Bey
Machmudin selaku Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden,
melalui Siaran Persnya, Senin (15/01/2018), bahwa saat menyampaikan keterangan
pers tersebut, Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri
Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta
Menteri Kesehatan, Nila Moeloek.
Menurut
Presiden, ia telah memerintahkan jajaran terkait untuk segera turun ke lapangan
menyelesaikan masalah yang telah menimbulkan korban jiwa itu.
"Kita
sudah kirim tim berapa hari lalu atau minggu lalu. Sudah mulai September masuk
ke sana. Memang sudah kirim juga makanan tambahan tapi memang medan sangat
sulit," ucap Presiden kepada para jurnalis di Stadion Utama Gelora Bung
Karno, Jakarta, pada Minggu, (14/01/2018) kemarin.
Meskipun
demikian, Presiden mengakui bahwa penanganan masalah tersebut tidaklah mudah.
Mengingat banyaknya kendala yang dihadapi, mulai dari medan yang sulit, biaya
yang tinggi, hingga jarak tempuh yang cukup jauh.
"Saya
berikan contoh medan di sana memang sangat berat sekali. Contoh di Nduga saja,
siapa yang pernah ikut saya ke Nduga. Jalan baru ke Wamena saja 4 hari, ini
sama di Asmat juga sama. Perjalanan ada rawa, di situ harus naik boat 2 sampai
3 jam untuk biaya ada Rp 3 sampai Rp 4 juta. Ini sebuah kendala yang memang
sangat menghambat," ungkapnya.
Oleh karena
itu, Kepala Negara meminta pemerintah daerah setempat berperan aktif memeriksa
dan mengawasi kondisi kesehatan masyarakatnya sehingga penyebaran penyakit
dapat dicegah dengan cepat.
"Pemda
yang dekat selalu memantau, melihat, mengelilingi terus daerah-daerah yang
diperkirakan terjangkit penyakit, atau gizi buruk," ujar Presiden.***(SP/LKBK65).
Gambar :
Dokumen Puspen TNI untuk LKBK65
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
_______

Post a Comment