BENUA KAYONG –
Meski cuaca bersahabat, namun pendapatan nelayan masih minim, hal ini disebabkan
oleh air yang jernih dan angin yang masih tidak menentu, sehingga ikan lari
ketengah laut.
Namun
demikian nelayan tetap melaut karena pekerjaan itu satu-satunya sumber nafkah
keluarga mereka. Semangat nelayan ini agaknya perlu dicontoh saat eknomi lesu.
Seperti
Udin (45) salah satu nelayan yang ada di Desa Sukabaru Kecamatan Benua Kayong,
Ketapang, Kalbar, mengaku, walau pendapatan tangkapan minim, dirinya tetap
pergi melaut untuk mencari ikan.
Kalau
biasanya sehari bisa menghasilkan Rp 100 ribu bahkan bisa lebih, namun saat
ikan berkurang pendapatannya hanya Rp 50 ribu atau Rp 60 ribu saja. Tetapi ia
tetap bersyukur, karena kalau tak melaut juga tak dapat apa apa.
Saat
kondisi seperti ini ikan yang didapat kebanyakan jenis anak ikan geronggong,
ikan timah, ikan gelame, ikan betoka dan jenis ikan rampai lainnya. Namun lumayan,
harganya cukup baik, bila sampai kedarat peraih (tengkulak – red), dan warga
setempat sudah menunggu tak perlu lama, sudah ludes di beli warga.***(Yudo Sudarto/LKBK65).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN
ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
_____

Post a Comment