PESAGUAN – Tak semua petani menggunakan
varitas unggul baru, beberapa petani masih menggunakan varitas lokal yang
katanya cocok ditanam didaerahnya.
Contohnya
Wata (53) petani desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Ketapang,
Kalbar, mereka menggunakan varitas padi pansik atau dikenal dengan nama
Cilerang, sering juga disebut “Umbang kuning”, karena warna padinya agak kuning
kemerahan.
Dipilihnya varitas
yang umur panjang 6 bulan ini menurut Wata, kalau varitas unggul sudah dicoba
tapi tidak cocok. Daerah mereka sering terendam air, sehingga ia lebih senang
menanam padi Pansik.
Menurut
petani beranak 4 ini padi pansik 1 ukur (10 depa x 10 depa) sedangkan satu
ha 36 ukur, hasilnya bisa mencapai 5 atau 6 karung padi kering.
Tak dirinci berapa berat 1 karungnnya.
PPL (Petugas
Penyuluh Lapangan) desa Sui Pelang Widodo kepada media ini
membenarkan masih banyak petani menanam varitas umur panjang ini. Karena
wilayahnya memang sering terkena banjir.
“Karena itu
petani memang bebas memilih, kita hanya bisa menganjurkan. Selain itu varitas
lokal ini umurnya agak panjang, sehingga pemeliharaannya pun mudah, tak
perlu pemeliharaan khusus. Rasa nasinyapun enak, cocok dengan selera warga
desa setempat”,pungkas Widodo.***(Yudo Sudarto/LKBK65).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
_____

Post a Comment