KETAPANG-Mulai berminatnya masyarakat Ketapang dengan beternak
Kelulut terutama jenis Trigona itama
membuat Ketua Pemerhati Daerah Aliran Sungai untuk Kabupaten Ketapang dan
Kayong Utara (PSP-PEDAS) Heri Susanto, tertarik membuat kajian mengenai
kegiatan ini.
"Jika
pemeliharaan Kelulut untuk meningkatkan produktivitas madu di Kabupaten
Ketapang ini berkontribusi dengan kelestarian dan kesehatan lingkungan, kita
sangat mendukung" katanya kepada media ini,Kamis (10/08/2017) pagi.
Di alam
bebas, kebanyakan sarang Kelulut berada di vegetasi penyangga daerah aliran
sungai, terutama pohon-pohon besar dan berlubang. jika Kelulut harus diambil di
alam untuk dipelihara, ini sama artinya penebangan pohon akan bertambah. untuk
itu dia mengirim Biro Litbang PSP-PEDAS ke Yogjakarta tepatnya di Klaten, untuk
mempelajari cara memperbanyak koloni Kelulut untuk di pelihara tanpa harus
mengambil di alam secara berlebihan.
Widodo,
peternak Kelulut kelahiran Klaten 44 tahun silam, sangat berpengalaman dalam
hal ini, dia menekuni pemeliharaan Kelulut sejak 2014 dan telah berhasil
membuat koloni baru dari koloni awal yang diambil di alam.
Di Klaten
sendiri, saat ini dia telah menyebar lebih dari 2.200 kotak Kelulut ke
desa-desa yang memiliki lingkungan yang sehat, karena memiliki potensi pakan
dan sumber nektar untuk madu. Belum lagi permintaan untuk Jawa dan Bali, bahkan
dia juga mengirim untuk permintaan peternak Kelulut di Pangkalanbun Kalimantan
Tengah, Tarakan Kalimantan Utara, dan Samarinda Kalimantan Timur.
"Kita
akan mengembangkan ini untuk Kabupaten Ketapang, dengan tetap berprinsip pada
kearifan lokal demi menjaga keharmonisan antara alam sekitar dan manusia"
kata Ketua Biro Litbang PSP-PEDAS, Abdurahman Al Qadrie, yang juga Ketua Kawan
Burung Ketapang (KBK). Sebelumnya dia melakukan study banding ke peternak
kelulut di Pontianak.
"Semakin
banyak pengetahuan Masyarakat tentang manfaat madu dan berternak Kelulut, akan
makin banyak juga masyarakat yang terlibat dalam menjaga kelestarian alam
sekitar dan menerapkan pola hidup sehat, mengutamakan tradisi dan tidak terlalu
bergantung kepada produksi dari luar" kata Muhammad Yasir Anshari, salah
satu tokoh masyarakat Ketapang yang ikut menggagas Ketapang swasembada madu.***(Halim Anwar/LKBK65).
Gambar: Ketua Biro Litbang PSP-PEDAS, Abdurahman Al Qadrie,
ketika melakukan stury banding ke Klaten terakit pengembangan ternak Kelulut
belum lama ini.***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______


Post a Comment