SELAMAT DATANG DI PORTAL LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) - UNTUK INDONESIA KAMI ADA
Home » , , » Selama 72 Tahun Belum Nikmati Listrik, Kini Harapan Masyarakat Desa Menyumbung Terwujud

Selama 72 Tahun Belum Nikmati Listrik, Kini Harapan Masyarakat Desa Menyumbung Terwujud

Written By lkbk on Wednesday, August 30, 2017 | 5:07 PM

KETAPANG – Akan segera terwujud sudah harapan masyarakat Desa Menyumbung, Desa Benua Krio, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat yang 72 tahun belum bisa menikmati listrik PLN. Penantian ini diwujudkan dimasa kepemimpinan Bupati Martin Rantan,SH yang didukung penuh oleh PLN Area Ketapang mewujudkan listrik bagi masyarakat untuk mendorong perekonomian Kabupaten Ketapang pada umumnya.

Selasa, 29 Agustus 2017 kemarin menjadi hari yang penting dengan peresmian pendirian tiang pertama listrik pedesaan oleh Bupati Martin Rantan sebagai tanda awal pembangunan Jaringan Listrik sepanjang kurang lebih 19,5 kms (kilo meter sirkuit).

Peresmian pendirian tiang listrik pertama yang juga dihadiri oleh Pemuka Adat dan masyarakat. Menurut Martin, Kecamatan Hulu Sungai adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Ketapang yang belum berlistrik.

"Dengan dibangunnya jaringan listrik ini maka berakhir sudah penantian panjang masyarakat Desa Menyumbung untuk dapat menikmati listrik. Selama ini masyarakat membeli listrik dari pihak swasta dengan harga yang sangat mahal," jelas Martin.

Sementara itu menurut Manajer PLN Rayon Sandai, Arief Destariyanto, ada 500 KK yang akan menjadi pelanggan PLN. Warga masyarakat yang mayoritas bekerja di perkebunan karet dan sawit ini nantinya akan menikmati listrik yang akan beroperasi selama 24 jam sebagai pelanggan pra bayar.

"Semoga dengan masuknya listrik di desa tersebut maka roda perekonomian masyarakat di Kecamatan Hulu Sungai akan semakin maju dan berkembang," kata Arief ketik dihubungi media ini, Rabu (30/08/2017) sore.

Senada dengan apa yang dikatakan Arief, Natalis Rinto, warga Desa Menyumbung mengungkapkan bahwa listrik yang akan masuk pastinya akan mengurangi beban masyarakat. Menurutnya selama ini masyarakat membeli listrik dengan harga yang sangat mahal,  1 kWH dipatok dengan harga Rp.5.000,-

"Kami terpaksa membayar listrik dengan harga yang mahal, karena listrik menjadi kebutuhan pokok warga. Tanpa listrik nyaris tak banyak aktifitas yang dapat kami lakukan. Terima kasih kami ucapkan kepada Pemerintah melalui PLN yang mau memperhatikan masarakat di desa kami. Penantian panjang untuk dapat menikmati listrik akan segera berakhir. Semoga PLN dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat desa yang dapat menikmati listrik," ungkap Natalis terharu.***(Halim Anwar/LKBK65).

Gambar : Bupati Ketapang Martin Rantan,SH secara resmi mendurikan tiang perdana pembangunan listrik pedesaan di Desa Menyumbung, Desa Benua Krio, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa (30/08.2017) kemarin.***(Ist).
_______

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
______
Share this post :

Post a Comment