PULAU
MAYA – Meski harga kopra sering naik
turun di pasaran, tetapi petani Desa Kamboja, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten
Kayong Utara, Kalbar masih senang menjual kelapa mereka dalam bentuk kopra
atau kelapa kering. Perkilogram kopra laku hungga Rp 10.000, kadang
kadang masih bisa naik sampai Rp 12.000. Dijual ke Pontianak dan di desa
pengumpulnya juga ada.
Menurut Zaini (45) kalau di jual dalam bentuk buah
kelapa bulat memang harganya menarik sampai Rp 2000 perbutir, tetapi
ukurannya harus standar. Sering kali pembeli atau agen tidak datang sehingga
kepastian beli tidak ada.
Sedangkan keuntungan menjual dalam bentuk kelapa
yang telah dikeringkan, selain ada kepastian pembeli oleh para tengkulak, para
petani masih bisa menjual arang tempurung kelapa yang harganya cukup
baik Rp 3000 per kg. Sabutnya juga masih dapat dimanfaatkan, tetapi sampai
sekarang belum ada yang membeli.
Diakui Zaini, bahwa desa mereka yaitu Kamboja
Kecamatan Pulau Maya merupakan daerah penghasil kelapa. “Kalau untuk makan
atau sampai sepuluh butir bapak tak perlu beli, ambil saja kita kasi”,paparmya.***(Yudo Sudarto/LKBK65).
Gambar
: Documen Puspen TNI
untuk Portal LKBK65
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______

Post a Comment