KENDAWANGAN-Tidak banyak warga
yang masih bertahan menekuni
pekerjaan pembuat kapal tradisionil ini, Jahari (45) adalah salah seorang
pengrajin asal Dusun Pulau Cempedak Kecamatan Kendawangan Kanan, Kabupaten
Ketapang Kalbar. Tiap tahun produksi perahu kayu tradisional terus berkurang.
Awalnya tiap tahun bisa 5 sampai 6 buah kapal, tetapi sekarang hanya satu atau
dua kapal saja sudah susah.
Selain faktor modal yang cukup besar,bahan baku seperti kayu sekarang sulit
dicari, karena hutan di sekitar pulau ini sudah berganti dengan tanaman sawit
dari perusahaan perkebunan suasta.
Selain itu para pengrajin kapal yang
masih bertahan tetap membutuhkan tenaga kerja berpengalaman dalam membuat
perahu, padahal banyak diantara mereka yang beralih propesi ke setor lain.
Menurut nelayan asal Ketapang ini, perahu dan kapal tradisional buatan perajin di Pulau Cempedak
ini sudah dikenal secara luas dan banyak diminati konsumen dari berbagai
daerah. Kualitas perahu hasil buatan perajin Pantai Selatan Ketapang tersebut
tak diragukan.
Selain nelayan lokal, tak sedikit pengusaha ikan dari luar daerah memesan
perahu buatan warga Dusun Pulau Cempedak itu.
Meski demikian tak mengendurkan warga untuk tetap eksis di bidang bahari
ini, “nenek moyang mereka orang pelaut” semangat bahari perlu terus kita
kobarkan.Dihadapan mereka terbentang “laut lepas” yang di dalamnya masih banyak
potensi yang dapat digarap. Ikan, udang dan segala hasil laut yang ada masih tersedia
untuk kehidupan manusia.***(Yudo
Sudarto/LKBK65).
Gambar: Para
pengrajin kapal tradisional Dusun Pulau Cempedak Kecamatan Kendawangan Kanan, Kabupaten
Ketapang Kalbar,sedang menurunkan kapal buatannya ke laut
yang telah selesai dikerjakan..***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______

Post a Comment