KETAPANG-Nelayan
penangkap Renjong (Rajungan-Red) mengekeluhkan pendapatan mereka yang semain hari
semakin berkurang. Dulu sekali berlayar
mereka bisa menghasilan 50 hingga 100 kg,sekarang paling dapat hanya 7 –
10 kg, sehingga bila dipotong ongkos bahan bakar minyak dan modal makan sehari
saja, sudah pas pas an.
Menurut
Bahrun (47) nelayan asal Desa Sukabangun Dalam Kecamatan Delta Pawan, Ketapang,Kalimantan
Barat, mengatakan bahwa, menurunnya hasil tangkapan renjong ini disebabkan
banyaknya nelayan besar yang juga menangkap renjong di daerahnya.
Mereka
menggunakan kapal besar dan tidak pernah pulang balik seperti nelayan lokal,
karena itu wajar bila hasilnya lebih besar dan mereka lebih efisien bahan
bakar.
Untuk
mengatasi hal ini, para nelayan harus rela berpindah lokasi mencari daerah yang
sedang panen rajungan,namun para nelayan harus ekstra BBM, karena mencari rayungan itu ke tempat yang
jauh.
Rajungan
atau dikenal dengan nama Portunus
pelagicus, adalah salah satu primadona ekspor Kabupaten Ketapang,besarnya
ekpsloitasi,sementara upaya pelesatarian ini masih terkendala.***(Yudo Sudarto/LKBK65).
Gambar: Renjong alias Rajungan..***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______
Post a Comment