JAKARTA - Berawal dari niat baik 22 orang wartawan dari media
online, media cetak, radio, televisi, dan pemilik media online, lima tahun lalu
di Daoen Sirih Resto yang terlokasi di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat
mendeklarasikan berdirinya Ikatan Wartawan Online (IWO).
Saat itu
sangat apa adanya. Masih dibulan suci Ramdahan IWO dideklarasikan. Hanya
bermodal akta deklarasi yang diwaarmarking di kantor Notaris Efendy Troy
Hasudungan Sitorus di Jalan Pemuda, Jakarta Timur.
"Karena
senang mengajak mereka untuk melahirkan organisasi yang bertujuan profesional
maka saya didaulat jadi Ketua Pendiri IWO. Saat itu masih apa adanya. Anggaran
Dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART) belum begitu sempurna. Struktur juga
belum maksimal. Yang maksimal hanya kemauan semata," ujar Iskandar Sitorus
Ketua Pendiri IWO Selasa (8/8/2017).
Ternyata
menurut Iskandar, perjuangan teman-teman wartawan online itu baru bisa
menunjukkan makna menjelang profesional setelah lima tahun.
Itu juga
setelah IWO mempercayakan Ketua umum yang kedua kepada Jodi Yudhono setelah
Budi Chandra menyatakan mengundurkan diri karena sibuk mengajar fotografi
sebagai profesinya.
Pergantian
Ketua umum menyadarkan harus urus tetek bengek organisasi. Akta deklarasi
dibongkar lagi dari laci dan dibawa ke Notaris Sri Juwariyati untuk jadi badan
hukum.
"Jadilah
akta IWO bernomor 22 dikantor Jalan Perintis Kemerdekaan Jakarta Timur itu.
Registrasi di Kementerian Hukum dan HAM RI NO AHU-0009554.AH.01.07.TAHUN 2017
diurus Notaris," kata Iskandar.
Dia
mengamati Sekretatis (Sekjend) Witanto benar-benar sudah seperti setrikaan
mondar-mandir mendatangi kembali para pendiri IWO. Diakta ini saya jadi Dewan
Pengawas.
Jodi yang
bekerja pada www.kompas.com itu bertangan dingin. Bertutur halus dan senang
kongkow ramai-ramai, melibatkan banyak teman untuk ambil keputusan atau
rencana.
Jodi, kata
Iskandar, bersama Witanto Sekjend rajin membahas IWO. Sampai-sampai setiap hari
membuat dan mengisi group whatsapp untuk berbagai daerah Provinsi, Kabupaten
dan Kota.
Sekjend IWO
kata dia, harus bolak-balik mengulang Surat Keputusan (SK) struktur pengurus
IWO diberbagai daerah hasil dari musyawarah pemegang mandat atau hasil
pemilihan.
Kesabaran
luar biasa ada pada mereka sampai bisa membidani lahir 31 pengurus daerah
Provinsi dan 42 Kabupaten serta Kota. Pekerjaan yang lumayan berat, sebab
mengurus orang-orang sesama profesinya, wartawan online.
"Mereka
melakukan semua itu demi profesinya, yang harus bisa jadi perwakilan sesama
online di institusi Dewan Pers. Mereka bercita-cita seperti yang diatur
Undang-undang Pokok Pers. Itu mereka kerjakan pasca menemui Ketua Dewan Pers.
Motivasi Ketua Dewan Pers kepada mereka seperti jadi suplemen dalam melakukan
semua itu. Saya merasa takjub," sebut satu-satunya pria Batak di jajaran
pendiri itu sumringah.
Hari ini
kata Iskandar, IWO genap berusia 5 tahun.
"Semoga
diusia yang ke 5 ini IWO bisa menjadi organisasi yang profesional dan berguna
bagi masyarakat," jelasnya.***(SP/LKBK65).
Bersambung....
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______

Post a Comment