KETAPANG-Ini sejumlah alasan mengapa “Pasar Haji sani”
di sebut Pasar Keramat.Alasannya karena sudah dua periode Bupati belum mampu
memindahkan pasar yang terletak di Jalan Agusalim tersebut.Pasar liar ini sudah
sejak lama akan dipindahkan, tetapi selalu saja batal dan para pedagang memang
masih berdagang di pasar tersebut.
Menurut Amnah (50) warga yang mengaku sering
belanja di pasar ini, alasannya karena dekat dengan kota,harganya relatip terjangkau
dan cukup lengkap barang barang yang dijual, mulai dari ikan sampai dengan
sayuran dan rempah.Pedagangpun senang berjualan di pasar ini, karena pasar yang
dianggap liar ini jualannya laris manis.
Untuk menghindari bentrok dengan para pedagang
kaki lima menjadi alasan mengapa pemerintah daerah sebelumnya tak mampu
memindahan pedagang tersebut.
Yudo Sudarto, tokoh masyarakat Ketapang
dimintai kerterangannya oleh media ini menjelaskan,bahwa pemerintah mempunyai
alasan mengapa terkesan agak ragu memindahkan pasar ini karena disuatu sisi
pemerintah memiliki kepedulian dengan pedagang kaki lima.
“Sementara pasar liar memang harus dipindah,
karena tidak sesuai dengan tata ruang
dan melanggar peraturan. Belum lagi bau
sampah dan kumuh ditengah kota juga menjadi alasan untuk segera dipindahkan”,kata
Yudo Sudarto.
Selanjutnya kata Yudo,pemerintah dimanapun
sering juga gagal untuk merelokasi pasar,lihat saja Pasar Desa Sui Jawi, Pasar
Sungai Awan,termasuk kota besar lainnya.
“Karena itu perlu hati hati dan kita
memang harus tetap bersabar,ketika
pemerintah sedang berproses”, ungkapnya mengakiri percakapannya. ***(Kurnia/LKBK65).
Gambar: Ilustrasi.***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______

Post a Comment