KETAPANG-Dari Tasik
sampai ke Ketapang, dari Jawa ke Kalimantan, itulah yang dilakukan Rohmat (39)
penjual bendera merah putih. Duduk bersila diantara warna warni cerah bendera,
ia mengais rezeki, menaham kantuk dan haus, demi selembar rupiah. Ritual ini
terus berulang memanfaatkan momen HUT Kemerdekaan RI.
Menurut
petani asal Kabupaten Tasik Jawa Barat ini, meski lelah, tapi tetap saja ia berjulan. Ia sudah berjualan keliling ke berbagai daerah terutama wilayah
Kalimantan. Menggunakan rute kapal Ketapang - Semarang, bersama teman teman
mengadu untung ke Bumi Kayong untuk mencari rezeki. Biasanya mereka
mulai jualan dari awal Agustus, selanjutnya setelah 17 an, omsetnya
langsung drastis berkurang, karena itu mereka kembali lagi ke kampung halamannya.
Saat
ini harga bendera rata-rata dijual paling murah Rp 20.000 sampai Rp 200.000 per
buah. “Yang harga Rp 200.000 itu jenis umbul-umbul, bila model baru biasanya
lebih laris. Sekarang lagi sepi, warga jarang yang beli, ekonomi sedang
sulit, atau mungkin bendara yang dulu masih bisa dipakai,” sebutnya.
Namun
demikian, penjualan bendera merah putih ini tiap tahun terus saja eksis,
seperti yang dilakukan burung burung migran
dari Siberia ke Asia setiap tahunnya,
tetapi bagi warga Ketapang,
mengingatkkan kita bahwa HUT RI segera datang. Dirgahayu RI dengan
tema “Indonesia Kerja Bersama”.***(Yudo Sudarto/LKBK65).
Gambar: Logo HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 72.***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______

Post a Comment