KETAPANG-Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dikenal sebagai
daerah penghasil sarang burung Walet (Collocalia vestita), karena itu bisnis liur walet pun menjamur. Investor
lokal dan asing berlomba-lomba menanamkan investasinya untuk bisnis yang satu
ini , sehingga kota Ketapang mirip hutan gedung bertingkat.
Sayangnya,
kini kondisi bisnis sarang burung Walet di Tanah Kayong ini tak lagi seperti
dulu. Harga sarang burung Walet yang turun drastis menjadi penyebabnya.
Sarang
burung Walet tak lagi menjadi primadona, meski sejumlah pengusaha masih
memiliki keyakinan bahwa kejayaan sarang burung Walet akan kembali menjanjikan.
Tak
hanya soal harga, penurunan produksi sarang burung Walet mengiringi muramnya
bisnis tersebut. Beragam spekulasi mewarnai turunnya produksi sarang burung Walet
yang diawali perginya burung sang penghasil sarang.
Hilangnya
hutan belukar di Kabupaten Ketapang yang menjadi habitat asli burung Walet menjadi
salah satu spekulasi itu.
Selain
hilangnya hutan belukar, burung Walet bermigrasi setelah gedung tempat mereka
bersarang kurang begitu dipelihara. Walet adalah hewan yang sangat peka. Mereka
tidak betah berada di tempat yang lembab, bau, dan kotor.
Produksi
sarang burung Walet di Ketapang terus merosot, hal ini disebabkan sebagian dari
burung Walet itu migrasi ke daerah pedalaman yang kondisi hutannya masih lebat.
Kendati
begitu, para pengusaha di Ketapang mengaku, tak berniat meninggalkan usaha yang
sudah digelutinya selama puluhan tahun. Ia yakin bisnis ini tetap memberi
keuntungan apabila harga jualnya stabil. Hal itu tidak terlepas dari potensi
pasar yang masih besar.***(Yudo Sudarto/LKBK65).
Gambar: Salah satu penangkaran burung Walet yang ada di Kota Ketapang,
Kalimantan Barat.***(Foto: LKBK65).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______

Post a Comment