KETAPANG-Keanekaragaman hayati yang kaya di
Kabupaten Ketapang,Kalimantan Barat ini merupakan anugerah Tuhan yang
semestinya kita syukuri dengan memanfaatkannya secara arif dan lestari.
Hal itu
disampaikan Abdurahman Al Qadrie, Ketua Kawan Burung Ketapang (KBK) kepada
Portal LKBK65 beberapa saat setelah melakukan survey cepat mengenai Kelulut
(Heterotrigona itama), Minggu (23/07/2017) sore.
Dia bersama
ahli Kelulut dari Malaysia, Muhamad Hamzah Bin Abdul Hamid Reseach Assistant,
merupakan murid langsung dari Dr Mohd Zulkifli Mustafa (DVM,PHD) Universiti
Sains Malaysia, adalah pakar dalam hal Kelulut dan budidaya madu, serta nara
sumber, Muhammad, melakukan survey untuk mendapatkan data awal tentang Kelulut.
yang mana data ini akan digunakan untuk melihat berapa besar potensi
pengembangan budidaya Kelulut sebagai penghasil madu alam yang dapat
berproduksi secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Survei
dilakukan di Desa Pematang Gadung Kecamatan Matan Hilir Selatan dengan lokasi
acak. "Dalam rentang 200 meter ditemukan 6 sarang Kelulut. ini merupakan
kabar yang bagus, menandakan lingkungan disini sangat baik". kata Muhammad.
Sementara
itu menurut Hamzah, bahwa secara teori, kelulut merupakan indikator lingkungan
sehat, udara bersih, dan tersedianya banyak tanaman buah,”karena Kelulut tidak
akan bertahan dan berkembang di lingkurang yang rusak, udara yang terpengaruh
polusi, dan miskin dari pohon buah sebagai penghasil makanan bagi mereka".
jelas Hamzah.
Selanjutnya
terang Hamzah,dalam lingkungan sehat yang dimaksud, per hektar dapat tersebar secara
alami sekitar 45 sarang Kelulut, “jika dalam setahun 1 sarang yang normal bisa
menghasilkan 4 kg madu, itu merupakan angka yang luar biasa dengan syarat
ketersediaan makanan Kelulut, berupa bunga selalu tersedia”,tambahnya.
Dari hasil
survey yang dilakukan, ditemukan 3 spesies dari 2 genus Kelulut. yaitu 2
spesies dari genus Heterotrigama (H. Itama dan H. Terminata-red) dan 1 spesies
dari genus Tetragonula yang belum pasti spesiesnya. yang paling baik
dibudidayakan adalah H. Itama. lebih produktif dan adaftif terhadap lingkungan
manusia, namun yang pasti, semua jenis dari Kelulut itu butuh lingkungan yang
sehat.
Melihat
kondisi ini, tidak mustahil kelulut bisa dijadikan kegiatan ekonomi alternatif
bagi rumah tangga jika dilihat harga saat ini di Malaysia sekitar 300 ringgit
per kg.
Dengan
melihat data sementara yang dilakukan, sangat mungkin desa-desa di Kabupaten
Ketapang memanfaatkan peluang ini, karena wilayah Kabupaten Ketapang memiliki
potensi besar buat pengembangan budidaya madu Kelulut.
"Efek
lanjutan dari budidaya Kelulut ini akan berdampak pada pemanfaatan lanskap
secara lestari dan ramah lingkungan, sehingga memungkinkan jadi tempat hidup yang
laik bagi satwa lain, terutama burung. burung pemakan serangga dan burung
predator adalah sahabat petani dalam membasmi hama secara alamiah,ini merupakan
simbiosis yang saling menguntungkan", tukas Abdurahman Al Qadrie.***(Halim Anwar/LKBK65).
Gambar: Survei Kelulut yang dilakukan di Desa Pematang Gadung Kecamatan Matan Hilir Selatan, Minggu (23/07/2017).***(Ist).
Gambar: Survei Kelulut yang dilakukan di Desa Pematang Gadung Kecamatan Matan Hilir Selatan, Minggu (23/07/2017).***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______





Post a Comment