SELAMAT DATANG DI PORTAL LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) - UNTUK INDONESIA KAMI ADA
Home » , » Ketapang Berpotensi Besar Pengembangan Budidaya Madu Kelulut

Ketapang Berpotensi Besar Pengembangan Budidaya Madu Kelulut

Written By lkbk on Monday, July 24, 2017 | 6:18 AM

KETAPANG-Keanekaragaman hayati yang kaya di Kabupaten Ketapang,Kalimantan Barat ini merupakan anugerah Tuhan yang semestinya kita syukuri dengan memanfaatkannya secara arif dan lestari.

Hal itu disampaikan Abdurahman Al Qadrie, Ketua Kawan Burung Ketapang (KBK) kepada Portal LKBK65 beberapa saat setelah melakukan survey cepat mengenai Kelulut (Heterotrigona itama), Minggu (23/07/2017) sore. 

Dia bersama ahli Kelulut dari Malaysia, Muhamad Hamzah Bin Abdul Hamid Reseach Assistant, merupakan murid langsung dari Dr Mohd Zulkifli Mustafa (DVM,PHD) Universiti Sains Malaysia, adalah pakar dalam hal Kelulut dan budidaya madu, serta nara sumber, Muhammad, melakukan survey untuk mendapatkan data awal tentang Kelulut. yang mana data ini akan digunakan untuk melihat berapa besar potensi pengembangan budidaya Kelulut sebagai penghasil madu alam yang dapat berproduksi secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Survei dilakukan di Desa Pematang Gadung Kecamatan Matan Hilir Selatan dengan lokasi acak. "Dalam rentang 200 meter ditemukan 6 sarang Kelulut. ini merupakan kabar yang bagus, menandakan lingkungan disini sangat baik". kata Muhammad.

Sementara itu menurut Hamzah, bahwa secara teori, kelulut merupakan indikator lingkungan sehat, udara bersih, dan tersedianya banyak tanaman buah,”karena Kelulut tidak akan bertahan dan berkembang di lingkurang yang rusak, udara yang terpengaruh polusi, dan miskin dari pohon buah sebagai penghasil makanan bagi mereka". jelas Hamzah.

Selanjutnya terang Hamzah,dalam lingkungan sehat yang dimaksud, per hektar dapat tersebar secara alami sekitar 45 sarang Kelulut, “jika dalam setahun 1 sarang yang normal bisa menghasilkan 4 kg madu, itu merupakan angka yang luar biasa dengan syarat ketersediaan makanan Kelulut, berupa bunga selalu tersedia”,tambahnya.

Dari hasil survey yang dilakukan, ditemukan 3 spesies dari 2 genus Kelulut. yaitu 2 spesies dari genus Heterotrigama (H. Itama dan H. Terminata-red) dan 1 spesies dari genus Tetragonula yang belum pasti spesiesnya. yang paling baik dibudidayakan adalah H. Itama. lebih produktif dan adaftif terhadap lingkungan manusia, namun yang pasti, semua jenis dari Kelulut itu butuh lingkungan yang sehat.

Melihat kondisi ini, tidak mustahil kelulut bisa dijadikan kegiatan ekonomi alternatif bagi rumah tangga jika dilihat harga saat ini di Malaysia sekitar 300 ringgit per kg.

Dengan melihat data sementara yang dilakukan, sangat mungkin desa-desa di Kabupaten Ketapang memanfaatkan peluang ini, karena wilayah Kabupaten Ketapang memiliki potensi besar buat pengembangan budidaya madu Kelulut.

"Efek lanjutan dari budidaya Kelulut ini akan berdampak pada pemanfaatan lanskap secara lestari dan ramah lingkungan, sehingga memungkinkan jadi tempat hidup yang laik bagi satwa lain, terutama burung. burung pemakan serangga dan burung predator adalah sahabat petani dalam membasmi hama secara alamiah,ini merupakan simbiosis yang saling menguntungkan", tukas Abdurahman Al Qadrie.***(Halim Anwar/LKBK65).

GambarSurvei Kelulut yang dilakukan di Desa Pematang Gadung Kecamatan Matan Hilir Selatan, Minggu (23/07/2017).***(Ist).
_______

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
______
Share this post :

Post a Comment