SUNGAI PELANG-Jelang musim tanam (MT) padi masa penghujan
mendatang, petani Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang,Kalimantan
Barat mulai mempersiapkan pengolahan tanah.
Di
beberapa areal sawah aktivitas para petani yang mulai terlihat,Riyoda (45)
salah seorang petani Dusun Sukun mulai mengadakan penyemprotan gulma di sawah
mereka.
Mereka
sudah tidak menggunakan tebang tebas bakar lagi,saat ini mereka sudah
menggunaan herbisida untuk mematikan rumput dan dua meinggu kemudian di
rebahkkan dan mulai dibajak.
Menurut
tokoh masyarakat desa Pelang ini, bahwa dengan
cara ini selain menghemat biaya, juga mulai mengalihkan pengolahan tanah dengan
cara membakar, karena ita juga takut
adanya sanksi hukum membakar lahan.
“Apalagi
akibat kabut asap itu telah kita rasakan bersama dampak negatipnya pada kita. Untuk
per ukur (1 ha 36 ukur) ongkosnya Rp 5.000, sehingga satu hektar kita hanya
mengeluarkan dana sejumlah Rp 180 ribu rupiah”,ungkap Riyoda, seraya berharap
bulan september petani sudah mulai membajak dan menurunkan benih bila sudah ada
hujan.
Secara
terpisah Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Sungai Pelang,Widodo membenarkan bahwa
petani sudah mulai mengolah lahan mereka, karena bulan Agustus sudah mulai mengolah
tanah, agar petani tidak ketinggalan tanam.
Desa
Sungai Pelang merupakan salah satu kantong beras di Kecamatan Matan Hilir
Selatan,beberapa desa lain yang juga dominan usaha tani padi adalah, desa
Sungai Besar, Desa Sei Bakau, Pesaguan Kiri
dan Desa Pematang Gadung.***(Yudo/LKBK65).
Gambar : Illustrasi.***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______

Post a Comment