KETAPANG-Kebutuhan akan madu asli untuk
konsumsi dan obat obatan saat ini semakin meningkat,sementara habitat lebah
madu di alam semakin berkurang ini adalah merupakan dilema yang harus kita
sikapi dengan bijaksana.
Hal itu
dikatakan Muhammad Yasir Ansari, tokoh masyarakat Ketapang, kepada Portal
LKBK65, disela sela kegiatan penyuluhan yang dipasilitasinya tentang bagaimana
menghasilkan madu asli secara arif dan lestari yang berlangsung di Rumah Melayu
Jalan Lingkar Kota,Kepala Pulau, Ketapang, Kalimantan Barat,Sabtu (22/07/2017)
sore.
Penyuluhan
tentang bagaimana menghasilakn madu asli secara arif dan lestari itu sebagai
pemateri Hamzah,seorang ahli dalam bidang tersebut dari Malaysia.
Kehadiran
Hamzah pada penyuluhan itu dalam upaya menularkan ilmunya untuk beternak
Kelulut dihadapan peserta yang hadir sore itu. Hamzah memaparkan tentang
kelebihan beternak Kelulut.
“Jika ini
ditekuni secara maksimal, merupakan sumber penghasilan yang cukup menjanjikan,
mengingat harga madu kelulut saat ini sekitar 200 an ribu rupiah perbotolnya”,ujar
Hamzah.
Kegiatan penyuluhan
tersebut selain Hamzah menyampaikan teori dan pengalamannya, juga dilakasanakan praktek pemindahan Kelulut dari
alam ke sarang buatan, dan bagaimana merawat, serta menjaga sumber makanannya.
Sementara
itu menurut Muhammad, nara sumber yang juga dari Malaysia,menjelaskan bahwa
jenis Kelulut yang paling baik untuk dikembangkan adalah spesies Heterotrigona
Itama.
“Karena
selain merupakan Kelulut endemik, jenis ini lebih produktif dari jenis Kelulut
lainnya, juga sudah familiar hidup di lingkungan manusia, baik itu di
lahan perkebunan, maupun dipekarangan”,terang Muhammad.
Kemudian
pada bagian lain,menurut Abdurahman Al Qadrie, Ketua Kawan Burung Ketapang
(KBK) kepada Portal LKBK65, yang juga menyempatkan diri ikut dalam kegiatan
itu, menyatakan bahwa penyuluhan tersebut sangat bagus dalam menunjang upaya
konservasi.
“Jika madu
sudah bisa dihasilkan melalui peternakan, hal ini memperkecil pemanenan madu Kelulut
di alam dengan cara menebang atau memotong pohon, yang mana hal tersebut akan
mengganggu keseimbangan ekosistem”,kata Abdurahman Al Qadrie.
Sedangkan
Heri Susanto, Ketua PSP-Pedas, sebuah komunitas pemerhati daerah aliran sungai
untuk Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, menyatakan bahwa ini merupakan hal
baru yang harus dikembangkan.
“Tidak hanya
menjadikan madu sebagai komoditi, tapi juga ikut melestarikan habitat yang
menjadi makanan dan bahan sarang bagi Kelulut, terutama di daerah aliran sungai”,
tukas Heri Susanto.***(Halim Anwar/LKBK65).
Gambar: Kegiatan penyuluhan tentang bagaimana menghasilkan
madu asli secara arif dan lestari yang dipasilitasi Muhammad Yasir Ansari di
Rumah Melayu Jalan Lingkar Kota,Kepala Pulau, Ketapang, Kalimantan Barat,Sabtu
(22/07/2017) sore.***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______




Post a Comment