SELAMAT DATANG DI PORTAL LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) - UNTUK INDONESIA KAMI ADA
Home » » Bentuk Soft Approach Pembinaan Terorisme, Kepala BNPT Suhardi Alius Resmikan Renovasi Masjid Baitul Muttaqin

Bentuk Soft Approach Pembinaan Terorisme, Kepala BNPT Suhardi Alius Resmikan Renovasi Masjid Baitul Muttaqin

Written By lkbk on Friday, July 21, 2017 | 7:20 PM

LAMONGAN – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meresmikan pembangunan dan renovasi Masjid Baitul Muttaqin di Desa Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur, Jumat (22/07/2017). Peresmian ini menjadi momen bersejarah dalam penanggulangan terorisme karena Desa Tenggulun pernah menjadi tempat para teroris merencanakan dan membuat 1,2 ton bom. 

“Peresmian ini adalah bentuk soft approach dalam penanggulangan terorisme dan pembinaan terhadap mantan pelaku terorisme.  Penanggulangan terorisme yang kami lakukan tidak hanya hard approach tetapi juga Soft approach dan ini merupakan bentuk soft approach serta pelaksanaan program deradikalisasi oleh BNPT dalam penanggulangan terorisme,” kata Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius.

Dikatakan bahwa BNPT sebagai lembaga pemerintah yang sangat concern dengan pencegahan paham radikal dan terorisme, selalu mengadakan program yang melibatkan masyarakat dalam menghadapi ancaman dan aksi terorisme. BNPT memandang perlu adanya peran serta masyarakat dan stakeholder terkait untuk menciptakan situasi dan kondisi yang bersahabat, serta komunikasi yang baik dalam rangka memberikan pemahaman keislaman yang damai dan toleran. 

“Pembangunan masjid ini adalah bukti komitmen BNPT kepada masyarakat bahwa negara hadir di tengah masyarakat untuk membantu ke arah yang benar, metode soft dan hard approach yang digalakkan oleh BNPT semata-mata dalam rangka menjunjung tinggi nilai-nilai humanis dalam menghadapi aksi terorisme, yaitu tidak hanya dengan penindakan saja, tetapi harus mampu memenangkan hati dan pikiran orang-orang yang terpapar paham radikal dengan lemah lembut,” kata Komjen Suhardi Alius. 

Dikatakan, pembangunan masjid tidak berhenti hingga Lamongan tetapi akan berlanjut ke Bima, Nusa Tenggara Barat. BNPT akan terus berinisiatif untuk menanamkan pengetahuan bagi generasi muda akan ancaman terorisme. 

“Diharapkan para generasi muda memiliki kepekaan terhadap bahaya tindak terorisme, untuk selanjutnya mengurangi bahaya dan kerusakan yang diakibatkannya, serta dapat menyebarkan langkah pencegahan, salah satunya dengan memaksimalkan peran dan fungsi Masjid sebagai pusat pendidikan bagi negerasi muda,” kata Komjen Suhardi. 

Sementara itu, Ali Fauzi Manzi mengucapkan terimakasih atas perhatian pemerintah melalui BNPT dan segenap unsur pimpinan daerah, baik Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lamongan atas dukungannya dalam mewujudkan pembangunan ini. Menurutnya, keberadaan Yayasan Lingkar Pedamaian adalah perwujudan untuk menebus kesalahan masa lalu ia dan saudara-saudara yaitu Amrozi, Ali Gufron, dan Ali Imron yang menjadi tokoh utama bom Bali. 

Sebagaimana diketahui, Masjid Baitul Muttaqin berada dalam naungan Yayasan Lingkar Perdamaian yang dipimpin adik Amrozi yang juga mantan kombatan, Ali Fauzi Manzi. 

Hadir dalam acara ini Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidharto Dhanusubroto, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Ketua Pansus RUU Terorisme Muhammad Syafii, Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii, Bupati Lamongan H Fadeli beserta jajarannya, jajaran Polda Jatim dan Polres Lamongan, jajaran Kodam Brawijaya dan Pemda, para pejabat BNPT, serta tokoh masyarakat dan para mantan pelaku dan korban aksi terorisme yang tergabung dalam Yayasan Lingkar Perdamaian.***(RED/LKBK65).

Gambar: Rangkaian Acara peresmikan pembangunan dan renovasi Masjid Baitul Muttaqin di Desa Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur,oleh Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT), Jumat (22/07/2017)***(Ist).
_______

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
______
Share this post :

Post a Comment