SELAMAT DATANG DI PORTAL LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) - UNTUK INDONESIA KAMI ADA
Home » , , , , , » Prof.Dr.H.M.Ikhsan Tanggok,M.Si :“Puasa tidak hanya memberikan pengaruh pada umat Islam saja,tapi juga Non Islam”

Prof.Dr.H.M.Ikhsan Tanggok,M.Si :“Puasa tidak hanya memberikan pengaruh pada umat Islam saja,tapi juga Non Islam”

Written By lkbk on Sunday, June 4, 2017 | 1:16 AM

JAKARTA-Tidak terasa saat ini khususnya bagi umat Islam di seluruh dunia, bahwa pelaksanaan puasa di bulan suci Ramadhan 1438 H sudah berada di hari ke sembilan, tentu masing masing telah, sedang dan akan diuji oleh Allah SWT untuk berperang melawan musuh terbesarnya yakni hawa nafsu.

Menurut Profesor Doctor H.M.Ikhsan Tanggok,M.Si, Guru Besar Antropologi Agama di Fakultas Ushuluddin (Theology) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, bahwa Ramadan adalah bulan pendidikan, dimana umat Islam dididik melatih jasmani dan rohaninya selama 1 bulan.

“Pendidikan jasmani membuat tubuh kita untuk beristirahat sejenak, karena selama 11 bulan diporsir untuk makan dan minum pada siang hari, sehingga organ-organ tubuh kita menjadi lelah. Pendidikan rohani karena puasa dapat melatih jiwa untuk menjadi orang yang sabar, menahan hawa nafsu, menahan emosi atau amarah dan lain-lain. Setelah satu bulan kita mengalami proses pendidikan, maka sebelas bulan ke depan kita dituntut untuk menerapkan apa yang kita dapatkan selama 1 bulan itu”,kata Ikhsan Tanggok melalui telpon genggamnya kepada Portal LKBK65,Sabtu (03/06/2017) malam.

Selanjutnya kata Ikhsan Tanggok yang juga merupakan salah satu putra terbaik asal Kalimantan Barat yang saat ini bermukim di Jakarta ini, mengatakan bahwa puasa membuat kita merasa seperti menjadi orang yang kurang mampu secara ekonomi. “Selama satu bulan berpuasa kita merasakan beginilah hidup orang yang kurang mampu, apa yang menjadi keinginannya harus ditahan, karena keterbatasan uang untuk memenuhi keinginannya. Begitu juga bagi orang yang berpuasa, dia harus menahan keinginannya walaupun ia mampu mewujudkannya”,ujarnya.

Selain itu lanjut Ikhsan Tanggok, puasa juga melatih diri untuk berbagi pada orang lain yang kurang mampu, seperti membayar zakat fitrah yang juga terjadi di bulan Ramadhan. Walaupun zakat fitrah jumlahnya kecil, namun itu memiliki makna bagi orang yang kurang mampu.

“Puasa Ramadhan juga memupuk silahturrahmi, karena di bulan Ramadhan kita disunahkan untuk melaksanakan Shalat Taraweh. Pada Shalat Taraweh kita berjumpa banyak orang, saling bersalaman dan menghilangkan sikap permusuhan di antara sesama umat Islam”,ungkap guru besar ini.

Hal yang tak kalah penting dari bulan suci Ramadhan ini, kata Ikhsan Tanggok, adanya peningkatan ekonomi yang luar biasa, bukan saja dirasakan umat Islam tapi juga oleh Non Islam. “Dengan membeli kebutuhan berpuasa dan lebaran peningkatan ekonomi para pedagang (baik Islam dan Non Islam-Red) meningkat tajam. Dengan demikian puasa tidak hanya memberikan pengaruh pada umat Islam saja, tapi juga Non Islam”,kata M.Ikhsan Tanggok.

Kemudian lanjut Ikhsan,sikap saling menghargai dan menghormati juga dibina dan dipupuk, di mana rumah-rumah makan sebagian tutup atau libur selama bulan Ramadhan ini, “tujuannya adalah untuk menghormati orang yang berpuasa. Jika sikap saling menghormati ini diteruskan selama sebelas bulan ke depan, Insya Allah kerukunan antar bangsa dan agama akan dapat terjaga selamanya di Indonesia. Untuk itu jadikanlah bulan Ramadhan ini sebagai bulan Tarbiyah (pendidikan) bagi orang beriman,”tukas Ikhsan Tanggok dari ujung telpon genggamnya.***(Halim Anwar/LKBK65).

Gambar: Profesor Doctor H.M.Ikhsan Tanggok,M.Si, Guru Besar Antropologi Agama di Fakultas Ushuluddin (Theology) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.***(Ist).
_______

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
______
Share this post :

Post a Comment