JAKARTA-Setelah diadakan pengawasan hampir semua provinsi di
Indonesia kecuali Papua ada sel-sel ISIS tapi masih tidur. Hal ini harus kita
waspadai karena begitu sel-sel yang tidur dibangunkan maka akan ada berbagai
macam spot konflik
di Indonesia yang beraliansi Islamic
State maka
sudah pasti tangan-tangan negara luar akan masuk ke Indonesia.
Demikian
diungkapkan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan sambutan
pada acara Buka Puasa Bersama Panglima TNI dengan Insan Pers di Balai Sudirman,
Jakarta Selatan, Senin malam (12/6/2017).
Dalam kesempatan
tersebut Panglima TNI menyampaikan bahwa kejadian di Marawi sudah diprediksinya
enam bulan yang lalu dan sudah disampaikan saat ceramah ke kampus-kampus
di wilayah Indonesia. “Berdasarkan data-data intelijen terungkap bahwa
Bahrun Naim membentuk Islamic State Asia Tenggara di Filipina
Selatan bersamaan dengan peristiwa penculikan-penculikan termasuk WNI karena
ISIS di Suriah dan Irak sudah tidak aman dan terdesak,” ucapnya.
Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo meminta agar media berperan dalam mengingatkan seluruh masyarakat
apabila ada indikasi orang yang tidak dikenal agar melaporkan ke
TNI dan Polisi serta aparatur pemerintah lainnya. “Saya yakin rekan-rekan media
semua sama-sama berjuang untuk memberikan pengabdian yang terbaik hanya kepada
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sama-sama kita cintai supaya
kita dapat menyaksikan Indonesia menjadi bangsa pemenang yang akan diwariskan
pada anak cucu kita nanti,” ungkapnya.
Menjawab pertanyaan
awak media, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa
Undang-Undang Teroris Nomor 15 tahun 2003 adalah Undang-Undang Pidana yang
dibuat berdasarkan tekanan dari internasional untuk mengungkap peristiwa bom
Bali yang lalu. “Sebelum adanya Undang-Undang Teroris tahun 2003, ada 3 bom
meledak, namun setelah adanya Undang-Undang ada sekitar 40 bom yang meledak di
wilayah Indonesia. TNI hanya minta kalau teroris itu dinyatakan sebagai
kejahatan terhadap negara,” tegasnya.
Lebih lanjut
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengungkapkan untuk mengatisipasi penyusupan
teroris dari Marawi lewat laut maka Indonesia, Malaysia, Philipine (Indomalphi)
sepakat mengadakan kerjasama patroli maritim. “Ketiga Negara tersebut
yang diwakili masing-masing Menteri Pertahanaan akan berkumpul di Tarakan pada
tanggal 19 Juni 2017 untuk launching Trilateral Maritime Patrol
(TMP) Indomalphi,” ucapnya.***(SP/LKBK65).
Gambar: Documen Puspen TNI untuk Portal LKBK65
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______

Post a Comment