PONTIANAK-Panitia bersama peringatan lahirnya
Pancasila yang terdiri dari unsur Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP),Ikatan
Sarjana Khatolik Indonesia (ISKA),Patriot Garda NKRI (PGN), dan VOX POINT
Kalbar, telah melaksanakan acara Ikrar Kesetiaan Terhadap Pancasila,NKRI, UUD
1945 dan Bhineka Tunggal Ika di Meranti Ballroom Lantai Dasar Hotel Mercure
Pontianak,Kamis (01/06/2017) sore.
Adapun tema
ikrar yang dihadiri oleh Dr.Mohammad Sobari, Dr.Mardan Adijaya, Prof.Sarjono,
dan Mohammad Monib serta AKBP Harjito selaku Dit Binmas Polda Kalbar itu
bertemakan "Revitalisasi Nilai - Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa
dan Bernegara”.
Menurut
Yulianus selaku Ketua JPKP Kalbar dalam laporannya menjelaskan bahwa tujuan
mereka menyelenggarakan acara tersebut adalah dalam rangka memperingati hari
lahir Pancasila yang ke 72.
“Kegiatan
ini baru pertama kali dilaksanakan karena Presiden RI, Bpk. Joko Widodo telah
mengesahkan bahwa pada tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai hari lahir Pancasila
dan ditetapkan sebagai hari libur nasioanal”,kata Yulianus seraya mengajak
semua yang hadir agar Pancasila harus diteguhkan kembali di bumi Khatulistiwa
Provinsi Kalbar, dimana semua unsur Suku, Agama dan Ras harus bersatu guna
mempererat dan meningkatkan keharmonisan serta kerukunan.
Pelaksanaan
ikrar yang berlangsung sore itu dihadiri raturan orang yang terdiri dari
kelompok Organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Aksi
Nyata (GAN), BEM Untan, FKPPI, Ikatan Pemuda Dayak Kubu Raya (IPDKR), Garda Manguni,
PC.NU, Ansor, Percasi,IOF, FKUB, serta PMII.
Selanjutnya
pada kesempatan itu Mohammad Sobari menyampaikan orasi kebangsaan, yang antara
lain menyatakan bahwa, kalau kita berbicara tentang Pancasila kita berbicara
tentang Indonesia, berbicara tentang komitmen Nasional.
“Sudah kita
amalkan sejak bertahun tahun sejak kita merdeka dengan tanggung jawab dan
semangat Pancasila. Tidak lain semangat pengayoman mencintai unsur unsur
masyarakat didalam bangsa kita sebagai warga negara Indonesia”,kata Mohammad
Sobari dalam orasinya.
Kemudian
lanjut Mohammad Sobari, bahwa adanya perpecahan agama dalam beberapa tahun ini
adalah bersumbu pada persoalan politik. “Manifestasi dari spirit keagamaan
yang turun dalam unsur Pancasila kita amalkan dalam kehidupan sehari hari dan
berharap situasi yang terus membaik di wilayah Kalbar”.ungkapnya.
“Tidak ada
namanya budaya Indonesia, yang ada adalah Indonesia berbudaya. Harus kita
tekankan kembali bahwasanya Indonesia memiliki keberagaman budaya yang harus
terus kita jaga dan lestarikan”, kata Mardan berorasi.
Orasi
berikutnya disampaikan oleh Prof.Sarjono yang mengatakan bahwa,krisis
keteladanan dari hari kehari, berita medsos dan elektronik terdapat berita berita
yang selalu menyudutkan suatu pihak ataupun kelompok tertentu.
“Adanya
kelompok yang hendak merubah idiologi Pancasila dikarenakan krisis keteladanan.
Oleh karena itu Presiden Joko Widodo pada tanggal 1 Juni 2016 dengan adanya
Keputusan Presiden yang menjadikan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila dan
ditetapkan sebagai hari libur nasional. Ditetapkannya hari lahir Pancasila ini
demi kesejahteraan seluruh bangsa dan rakyat Indonesia”,ujar Sarjono dalam
orasinya itu.
Sedangkan
Dr.Drs. Adrianus Asia Sidot dalam orasi kebangsaannya pada kesempatan itu
menyatakan bahwa adanya kelompok keagamaan yang hendak merubah idiologi
Pancasila dikarenakan kedangkalan keislaman yang dimiliki.
“Sesungguhnya
yang terjadi adalah kedangkalan agama Islam dimana kelompok tersebut belum
memahami Islam secara keseluruhan. Saat ini kita termasuk dalam kategori
kemiskinan teladan baik didunia politik, bisnis dan kebudayaan sehingga
timbulnya berbagai perpecahan dan gesekan antar umat”,kata Adrianus Asia Sidot,
sembari menyatakan Pancasila ini digagas Presiden Soekarno,bahwa Soekarno tidak
menciptakan Pancasila ini, namun Soekarno hanya menggali sila sila ini yang
mana telah ada,dan subur di Indonesia.
“Bangsa
Indonesia merupakan negara pluralisme yang memiliki keberagaman suku bangsa
dari Sabang sampai Merauke, ada 17.600 pulau yang terdapat di Indonesia ini.Hari
ini kita peringati hari lahirnya Pancasila yang ke 72, dengan adanya ikrar
Pancasila yang menandai bahwa kita cinta Indonesia dengan adanya slogan
"Saya Indonesia Saya Pancasila". Mari kita didik generasi muda dengan
nilai nilai Pancasila sehingga generasi dikemudian hari akan menjadi generasi
yang baik”ajak Adrianus.
Pelaksanaan Ikrar
yang berlangsung penuh kekeluargaan itu juga diisi dengan tausyiah menjelang
berbuka puasa, dan usai buka puasa bersama dilanjutkan dengan Sholat Magrib dan makan malam.
Usai makan
malam acara dilanjutkan dengan gelar penandatanganan "Ikrar Kesetiaan
Terhadap Pancasila" oleh seluruh peserta dengan diiringi lagu lagu
kebangsaan dari Paduan Suara Alyans Choir.
Inilah Isi Ikrar
Kesetiaan Terhadap Pancasila,NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika yang
disampaikan pada acara tersebut
KAMI BERIKRAR....
Untuk tetap
setia kepada Pancasila, Undang - Undang Dasar 1945.
KAMI BERIKRAR....
Untuk tetap
setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.***(Halim/Rudys/LKBK65).
Gambar: Suasana pelaksanaan Ikrar Kesetiaan Terhadap
Pancasila,NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika di Meranti Ballroom Lantai Dasar
Hotel Mercure Pontianak,Kamis (01/06/2017) sore.***(Ist).
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
______





Post a Comment