MANADO-Memasuki hari ke-2 pelaksanaan Maritime Security
Desktop Exercise (MSDE) 2017, para peserta mendapatkan pemahaman yang lebih
mendalam tentang Konvensi Hukum Laut Internasional melalui penjelasan yang
disampaikan dua nara sumber dari The Australian National Centre for Ocean
Resources and Security (ANCORS) serta diskusi dan tanya jawab, di ballroom
Hotel Aryaduta, Manado (9/5/2017) kemarin.
Kedua narasumber
yaitu Prof. Stuart Kaye dan Dr. Chris Rahman menyampaikan materi yang tertuang
dalam artikel-artikel United Nations Convention on the Law of the Sea 1982
(UNCLOS 82), yang merupakan seperangkat norma hukum dan menjadi pedoman negara
pantai dalam mengatur segala aspek hukum dan kedaulatan negara di laut.
Topik
tentang UNCLOS 1982 diangkat dalam MSDE ke-8, guna mendapatkan persamaan
persepsi negara-negara pantai terhadap aturan yang tertuang dalam UNCLOS 82
sehingga dapat menyikapi segala permasalahan di laut yang melibatkan berbagai
negara dengan sudut pandang yang sama.
Sebagaimana
diketahui bahwa dalam penjagaan wilayah maritim, setiap negara tidak terkecuali
Indonesia, terikat dengan aturan internasional yang harus dipenuhi. Dengan
memfasilitasi pertemuan delegasi dari berbagai negara pantai di Asia dan
Australia, Bakamla RI berharap dapat menyelaraskan pemahaman negara-negara
pantai terhadap perjanjian laut internasional yang telah diakui secara bersama
tersebut, sehingga dalam pelaksanaannya selalu dapat mengedepankan aturan yang
telah disepakati bersama, dan menjadi pedoman yang dapat ditaati.
Demikian
pula melalui tanya jawab dan diskusi interaktif yang berlangsung dalam
pertemuan ini diharapkan dapat ditemukan formulasi kerjasama teknis operasional
yang tepat berdasarkan ketentuan hukum internasional terhadap permasalahan
dilaut.
Puluhan
peserta dari 16 negara mengikuti perhelatan multilateral yang merupakan
bentuk kerjasama Indonesia dan Australia ini, yaitu Australia, Jepang,
Srilanka, Thailand, Bangladesh, Malaysia, Laos, Kamboja, Papua Nugini, Myanmar,
Taiwan, Timor Leste, Singapura, Filipina, Maldives, dan Brunei Darussalam.***(SP/LKBK65).
Gambar: Documen Puspen TNI untuk Portal LKBK65
_______
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
_______

Post a Comment