JAKARTA-Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos.
mengatakan, sebagai insan Penerangan TNI harus meningkatkan kompetensi
dan profesionalisme dalam mengantisipasi maraknya informasi di media sosial
dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.
“Personel Penerangan TNI harus
profesional dalam menguasai informasi teknologi dengan mengikuti perkembangan
isu terkini dan para pejabat Penerangan TNI sebagai penjuru terdepan institusi TNI, dalam mempublikasikan
kinerja TNI,” kata
Kapuspen TNI saat menutup Rapat Koordinasi Teknis Penerangan (Rakornispen) TNI
di Aula Satpamwal Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin malam (6/2/2017).
Rakornispen TNI yang berlangsung
selama satu hari diikuti 139 personel jajaran Penerangan TNI baik dari
Mabes TNI, TNI AD, TNI AL dan TNI AU, dengan mengangkat tema “Dilandasi
Sinergitas dan Soliditas Satuan
Penerangan TNI Siap Mewujudkan TNI yang Kuat, Hebat, Profesional dan Dicintai
Rakyat Guna Mendukung Tugas Pokok TNI”.
Menurut Mayjen TNI Wuryanto, peran
Penerangan TNI menjadi salah satu penentu keberhasilan dalam setiap
pelaksanaan tugas TNI, baik tugas Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi
Militer Selain Perang (OMSP).
“Jajaran Penerangan TNI harus
menyadari perannya sebagai corong berita untuk satuan TNI, sehingga harus
menguasai informasi, tidak boleh melakukan kebohongan publik dan menjalin
hubungan yang harmonis dengan media massa baik formal maupun informal,” ungkap
Mayjen TNI Wuryanto.
Lebih lanjut Kapuspen TNI Mayjen TNI
Wuryanto menyampaikan bahwa, pejabat Penerangan TNI juga harus mampu memanfaatkan
media dan
membuat opini, sehingga persepsi masyarakat terhadap TNI betul-betul baik dan
positif. “Beberapa lembaga survey
juga menyatakan bahwa TNI menjadi salah satu institusi yang dipercaya publik,”
ujarnya.
Kapuspen TNI menjelaskan bahwa, arah
baru komunikasi publik dalam
membangun citra positif TNI dan dukungan publik terhadap TNI dipengaruhi oleh
persepsi. “Peran dan fungsi Penerangan TNI harus mampu mengelola informasi
dengan cepat, berkualitas, dan akurat dalam rangka meningkatkan kepercayaan
publik,” jelasnya.
“Personel Penerangan TNI harus bersinergi dan solid dalam mewujudkan
publikasi kinerja TNI dengan
pro aktif mengisi ruang kosong serta membangun agenda setting melalui
berbagai kanal media sosial dan juga sadar media agar tercapai hasil yang
optimal,” kata Mayjen TNI Wuryanto.
Dalam Rakornispen TNI, para peserta
mendapatkan pembekalan dari Bapak Ismail Fahmi tentang teknik
dan strategi menghadapi media sosial, Dr.
M. Alfan Alfian M, M.Si. tentang membangun opini dan Wianda
Poesponegoro tentang metode public speaking. Materi yang
disampaikan bertujuan untuk menambah pengetahuan bagi para insan Penerangan
TNI.***(SP/LKBK65).
Gambar:Documen Puspen
TNI untuk Portal LKBK65.
___
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
___

Post a Comment