KETAPANG-Seperti
diberitakan oleh sejumlah media massa beberapa hari belakangan ini, dan beredar
juga di media sosial, bahwa Fron Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) dibawah
pimpinan Isa Ansari rencananya akan melakukan aksi ke PT.WHW-AR Kendawangan,
Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu (07/01/2017) nanti dengan menurunkan 1000
massa, untuk mengecek keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang berasal dari
Tiongkok.
“Menurut saya di era demokrasi sah-sah
saja, tapi lebih baiknya lagi kalau tujuannya untuk aksi swiping Tenaga Kerja
Asing sebaiknya kita serahkan kepada pihak yang berwajib, yaitu aparat penegak
hukum. Karena negara kita negara yang berlandaskan hukum. Jadi lebih eloknya
lagi kita serahkan ke penegak hukum.”,ungkap Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa
Ketapang,Susilo Aheng kepada Portal LKBK65,Kamis (05/01/2016) siang.
Menurut Susilo Aheng, bahwa dirinya
selaku Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa Ketapang, mengingatkan agar aksi ke PT.
WHW tidak mengaitkan isu etnis tertentu terutama yang berkaitan dengan
Tionghoa.
“Karena Tenaga Kerja Asing dari Tiongkok
itu bukan Orang Tionghoa yang di sebut China, karena Tionghoa adalah termasuk
Pribumi Indonesia. Kami sebagai warga Etnis Tionghoa tidak ada kaitannya
dengan Warga Negara Asing (WNA) dari Tiongkok itu. Justru kami warga Tionghoa Ketapang
merasa khawatir juga dengan keadaan ini, tetapi kita serahkan kepada Pemerintah
Daerah melalui dinas yang terkait untuk mengecek langsung apakah benar seperti
isu yang berkembang di masyarakat. Kita menghimbau kepada dinas yang
terkait terutama migrasi untuk bertindak cepat, agar tidak menjadi dilema bagi
masyarakat awam”,pungkas Ketua Mejelis Adat Budaya Tionghoa Ketapang,Susilo
Aheng.***(Halim Anwar/LKBK65).
Gambar: Ketua Majelis Adat
Budaya Tionghoa Ketapang,Susilo Aheng.***(Ist).
____
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL
INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”
___

Post a Comment