KETAPANG-Terkait dengan pengakuan
J.Togap P.Manik selaku External Relation & CSR Manager PT. Well Harvest
Winning Alumina Refinery (PT.WHW) kepada Portal LKBK65.com,Jumat (23/12/2016)
malam kemarin,bahwa sinyalemen di Kabupaten Ketapang ada negara di dalam negara
tersebut sama sekali tidak benar,seperti yang disampaikan Sekretaris Komisi I
DPRD Provinsi Kalbar,Zulkarnaen Siregar,SH,yang beritanya diterbitkan disalah
satu media massa di Kalbar,mendapat tanggapan dari berbagai kalangan, khususnya
warga masyarakat yang ada di Ketapang.
“Kemungkinan apa yang disampaikan
anggota DPRD Kalbar itu benar adanya,karena imigran Cina ke Indonesia sudah
1.300.000 lebih ditahun 2016 ini”,ungkap Umar Mansyur selaku Tokoh Masyarakat
Ketapang,kepada Portal LKBK65.com, Sabtu (24/12/2016) sore.
Seperti penjelasan Togap,bahwa saat ini
posisi tenaga kerja di PT. Well Harvest Winning Alumina Refinery di Kecamatan
Kendawangan,Ketapang Kalbar,terdiri dari Tenaga Kerja Indonesia sebanyak 2.187
orang (82% diantaranya berasal dari warga Kalbar-Red) dan Tenaga Kerja Asing sebanyak
408 orang.
Menyikapi hal itu,Umar Mansyur
menyatakan,bahwa seharusnya Tim dari Imigrasi,Tenaga Kerja dan Kepolisian
mendata apa yang telah diterangkan J.Togap P.Manik selaku External Relation
& CSR Manager PT.WHW itu sesuai apa tidak dengan kenyataan yang ada
dilokasi pabrik tersebut.
“Karena bantahan pihak PT.WHW itu belum
tentu sesuai dengan kenyataan di lokasi. Apa betul cuma 408 orang saja Tenaga
Kerja Asing (TKA) nya, sementara dulu Pak Gubernur Cornelis pernah menyatakan
tukang batu aja didatangkan dari Cina. Jadi apa mungkin hanya 408 orang TKA
yang ada dilokasi PT. Well Harvest Winning Alumina Refinery itu”,tukas Umar
Mansyur.***(Halim Anwar/LKBK65.com).
Gambar: Umar Mansyur,Tokoh Masyarakat Ketapang.***(Ist).
Baca Juga : Di Ketapang Ada
Sinyalemen Negara Dalam Negara, Togap : “Sinyalemen Itu Sama Sekali Tidak
Benar”
____
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
___


Post a Comment