KETAPANG-Tindakan yang telah dilakukan oleh
pihak management perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Limpah Sejahtera dengan
cara menutup akses jalan perusahaan yang tidak boleh dilewati oleh masyarakat
umum sangat disesalkan Haji Hamimzar Yahya, salah satu tokoh masyarakat Ketapang, Kalimantan
Barat.
Menurut H.Hamimzar
Yahya,tindakan penutupan jalan dari perusahaan yang bergerak dibidang
perkebunan kelapa sawit yang telah lama menanamkan investasinya di Kabupaten Ketapang
itu,tidak mencerminkan meringankan beban Pemerintah Daerah Ketapang, khususnya
untuk masyarakat melalui jalan Pelang-Tumbang Titi yang saat ini sedang hancur.
"Dulunya
perusahaan Limpah Sejahtera itu,memperbolehkan masyarakat di Kabupaten Ketapang
ini untuk melalui jalan milik mereka apa bila hendak bepergian hilir mudik dari
perhuluan ke kota Ketapang,demikian juga sebaliknya. Dengan cara memperbolehkan
masyarakat umum melewati jalan perusahaan yang bagus itu, artinya juga telah
membantu program CSR berjalan yang merupakan suatu kewajiban perusahaan kepada
pemerintah Daerah Ketapang",ujar H. Cum, sapaan akrab sehari-harinya,kepada
Portal LKBK65.com, Rabu, (28/12/2016) sore.
Dijelaskan H.Cum,
yang juga merupakan Ketua Pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang itu,bahwa
saat ini kondisi keuangan daerah Ketapang dari hasil kucuran dana pusat untuk
anggaran perbaikan jalan Pelang-Tumbang Titi belum turun.
"Dalam
kondisi seperti inilah peran serta dari perusahaan Limpah itu diperlukan
untuk membantu masyarakat,kalau benar-benar mau makan minum di Ketapang,jangan
jalan itu dipotong buat parit hingga seperti saat ini tidak bisa dilewati,ada
apa ? Kalau tidak mau jalannya dilewati jangan berusaha di Ketapang ini",ketusnya.
Diakuinya,
bahwa banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit didaerah perhuluan Ketapang, tapi
perusahan-perusahaan itu memperbolehkan masyarakat untuk melalui akses
jalannya.
"Pemerintah
itukan dalam memperbaiki jalan ada tahapannya,nanti kalau jalan milik
pemerintah udah bagus,paidah kami ak maok melewati jalan diperusahaan Limpah
tu",geram Hamizar Yahya dengan logat Ketapang yang kental.
Dirinya
sebagai bagian dari masyarakat berharap, agar perusahaan kelapa sawit Limpah
Sejahtera dapat membuka akses jalan agar mempermudah masyarakat untuk
hilir mudik ke perhuluan dan sebaliknya.
"Saya
minta,bantu lah Bupati kita Pak Martin Rantan itu,dengan cara masyarakat bisa
menggunakan akses jalan di perusahaan,sedangkan pemerintah saja mengijinkan
jalannya dilewati oleh perusahaan, agar ada imbal baliknya",pungkas Hamimzar
Yahya.***(Agus Hariyansyah/LKBK65.com).
Gambar: H.Hamimzar Yahya.***(Foto: Agus).
____
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
___

+ komentar + 5 komentar
Kan katanya dengan banyak nya perusahaan yg berinvestasi, akan mensejahterakan rakyat... Lewat saja susah...
Kan katanya dengan banyak nya perusahaan yg berinvestasi, akan mensejahterakan rakyat... Lewat saja susah...
Betul pak Haji, setelah jalan kota dirusakan mobil2 pengangkut CPO perusahaan eh jalan perusahaan dak boleh pula di lalui orang ketapang.
Ayo orang ketapang tutup juga akses jalan buat orang2 limpah tu
kalo saya jadi bupati udah saya cabut ijinnya, perusahaan ini udah dak sesuai dengan amanat UUD 45 pasal 33 ayat 3
Pasti ada solusinya .. Coba pihak pemerintah setempat berkoordinasi dengan pihak perusahaan.. Biasanya pihak perusahaan menutup akses jalan mungkin ada penyebabnya.. Win win solution lah.. :)
Post a Comment