JAKARTA-“Dalam
kurun waktu satu tahun sepanjang tahun 2016, patroli keamanan dan keselamatan
diwilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia yang dilaksanakan oleh Badan
Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) melalui Operasi Nusantara
(OpsNus) I – IX berhasil melakukan penangkapan terhadap 84 kapal dengan dugaan
pelanggaran berupa illegal fishing, ketidaklengkapan dokumen, keimigrasian,
penyelundupan dan BBM illegal”. Hal tersebut dikatakan Deputi Operasi dan
Latihan Bakamla RI Laksda TNI Andi Achdar saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan
Dr. Sutomo 11, Jakarta Pusat, Jumat (30/12/2016).
Selain itu, dalam menjalankan fungsi penjagaan, pengawasan,
pencegahan dan penindakan pelanggaran hukum di wilayah perairan Indonesia dan
wilayah yurisdiksi Indonesia, di implementasikan pula melalui penjagaan
ekosistem perairan, salah satunya yaitu Operasi Penanggulangan Pencemaran Laut
yang pernah digelar di wilayah perairan perbatasan Batam-Singapura September
lalu. Patroli perairan yang dilaksanakan oleh KN Bintang Laut 4802
bekerja sama dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Badan Lingkungan Hidup
Batam Prov. Kepulauan Riau tersebut dilatarbelakangi adanya laporan resmi dari
Pemerintah Kota Batam kepada Menko Maritim mengenai kekhawatiran akan maraknya
kegiatan pencemaran lingkungan di wilayah perairan Batam. Penjagaan ekosistem
laut juga dilakukan melalui pembersihan dan pengangkatan rumpon-rumpon, yang
telah dilaksanakan dalam dua kali operasi di Laut Sulawesi dan berhasil
mengangkat 34 rumpon.
Berdasarkan amanat UU 32 tahun 2014 tentang Kelautan pasal
59 bahwa dalam rangka penegakan hukum di wilayah perairan dan wilayah
yurisdiksi, khususnya dalam melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan di
wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia, dibentuk Badan Keamanan
Laut. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Bakamla RI dituntut untuk
mempunyai kemampuan patroli, pengawasan berupa sistem peringatan dini, dan
sinergi.
Sepanjang tahun 2016 telah dilaksanakan OpsNus I hingga IX
serta Penguatan OpsNus VIII dan IX. Dalam pelaksanaannya, patroli OpsNus
dilakukan secara terintegrasi dengan dukungan data dari Pusat Informasi Maritim
(PIM) Bakamla RI serta data dan informasi dari kegiatan operasi udara yang
disebut Operasi Bhuana Nusantara I – IX. Selama tahun 2016 operasi udara ini
telah dilaksanakan 9 kali meliputi wilayah barat, tengah dan timur.
Patroli Bakamla RI secara bersinergi dilaksanakan dengan
melibatkan unsur kapal patroli bersama instansi lain terkait. Selain enam unit
kapal Bakamla RI berukuran 48 meter, kapal Catamaran dan Rigid Inflatable Boat
(RIB), operasi tersebut juga mengikutsertakan 54 unsur kapal patroli dari
instansi lain yaitu 20 kapal TNI AL, 10 kapal Polri, 3 kapal Ditjen Hubla, 5
kapal Ditjen Bea Cukai, 3 kapal PSDKP-KKP, dan 3 kapal Pemkab Sambas.
Tidak hanya operasi patroli bersama stakeholder di dalam
negeri, pada tahun 2016 Bakamla RI juga melaksanakan patroli terkoordinasi
dengan luar negeri, yaitu patroli terkoordinasi Indonesia – Australia disebut
Operasi Shearwater yang berlangsung pada Mei 2016 dan patroli terkoordinasi
Indonesia-Malaysia disebut Patkor Optima Malindo pada Juni 2016.
Dari OpsNus 2016 yang dilaksanakan di perairan Zona Maritim
Barat, Tengah dan Timur tersebut dilakukan penangkapan terhadap 84 kapal dengan
jenis dugaan pelanggaran 41 kasus illegal fishing dimana 35 diantaranya
dilakukan oleh Kapal Ikan Asing (KIA), 24 kasus dokumen tidak lengkap, 7 kasus
keimigrasian, 8 kasus penyelundupan dan 4 kasus BBM illegal. Kapal-kapal yang
diperiksa dan ditahan dalam operasi Bakamla RI tersebut selanjutnya dilakukan
penanganan perkara melalui penyidikan oleh stakeholder dengan melibatkan
personel penyidik dari beberapa instansi antara lain TNI AL, Polri, PSDKP, Bea
Cukai, BNP2TKI, KSOP, dan Karantina Pertanian..
Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan personel Bakamla
RI dilaksanakan latihan-latihan manuver baik didalam maupun luar negri.
Sedangkan untuk lebih meningkatkan kinerja dan performansi setiap unsur kapal
patroli, Bakamla RI memberikan penghargaan kepada kapal berprestasi tahun 2016
yang diumumkan pada Upacara HUT ke-2/44 Bakamla RI 15 Desember lalu. Perhargaan
ini dinobatkan kepada :
Kapal Angkatan Laut (KAL) Viper yang telah ikut serta dalam
OpsNus I, V dan VII, telah melakukan 149 kali pemeriksaan dan 10 diantaranya
dilakukan penahanan karena dugaan pelanggaran illegal fishing, pelanggaran
fishing ground, pelanggaran dokumen pelayaran dan pelanggaran dokumen
ketenagakerjaan.
Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan 01 yang ikut serta dalam
OpsNus VIII, Penguatan OpsNus VIII dan Penguatan OpsNus IX, melakukan 24 pemeriksaan
dan 19 diantaranya dilakukan penahanan karena dugaan pelanggaran illegal
fishing yaitu 12 KIA Vietnam dan 7 KIA Malaysia.
KP Prenjak yang ikut serta dalam OpsNus VIII dan Penguatan
OpsNus VIII, melakukan 25 pemeriksaan dan dilakukan penangkapan pada 3
diantaranya karena dugaan pelanggaran muatan BBM illegal dan dokumen pelayaran.
BC 8006 yang ikut serta dalam OpsNus VIII, melakukan 30
pemeriksaan dan dilakukan penahanan pada 1 kapal karena dugaan pelanggaran
penyelundupan bawang merah dan bawang campuran.
KN Belut Laut 4806 yang ikut serta dalam OpsNus I, IV, V,
VI, VII, Penguatan OpsNus IX, Ops Malindo 25A dan Ops Malindo 25B, melakukan
pemeriksaan atas 119 kapal dan penangkapan atas 5 kapal karena dugaan
pelanggaran dokumen pelayaran, keimigrasian (TKI Illegal), dan dugaan
pelanggaran illegal minning berupa pasir timah.
Dalam melaksanakan tugas patroli
keamanan dan keselamatan perairan, Bakamla RI menyelenggarakan fungsi, salah
satunya yaitu sistem peringatan dini keamanan dan keselamatan diwilayah
perairan Indonesia dan yurisdiksi Indonesia, dengan kewenangan mengintegrasikan
system informasi keamanan dan keselamatan perairan Indonesia secara terpadu.
Untuk itu Bakamla RI telah dilengkapi sarana prasarana system monitoring dan
surveillance yang didukung teknologi informasi dan komunikasi pada stasiun
pemantauan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dan terpusat di Pusat
Informasi Maritim Bakamla RI di Jakarta. Dalam hal ini Bakamla RI telah
mengupayakan satu teknologi informasi yang bersinergi dengan instansi lain
terkait dalam bentuk Bakamla Integrated Information System (BIIS), yaitu
aplikasi monitoring dan surveillance yang dilengkapi dengan fungsi sharing
informasi. BIIS beranggota lebih dari 100 user antara lain dari Mabes TNI, TNI
AL, TNI AU, KKP, Hubla, Basarnas, Bea Cukai,,Polair, BIN, Lapan, Bapeten,
Kemenko Polhukam, Kemenko Kemaritiman, dan lain lain.***(SP/LKBK65).
Gambar: Documen
Puspen TNI untuk Portal LKBK65.
____
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU
SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI
UNDANG-UNDANG”
___



Post a Comment