SELAMAT DATANG DI PORTAL LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) - UNTUK INDONESIA KAMI ADA
Home » , , , » KPK Gelar Workshop Ide Ber-Aksi di Ranah Minang

KPK Gelar Workshop Ide Ber-Aksi di Ranah Minang

Written By lkbk on Wednesday, August 13, 2014 | 7:19 PM

PADANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar workshop lomba inovasi model pembelajaran antikorupsi dan sosialisasi lomba ide beraksi di Kota Padang pada Selasa (12/8) lalu. Fungsional Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK, Anto Ikayadi mengharapkan melalui pendidikan yang kreatif dan inovatif dapat mempercepat perubahan secara holistik (menyeluruh) yang menyentuh aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

“Karena itu, KPK mendorong kreativitas para tenaga pendidik di semua jenjang pendidikan untuk menciptakan model pembelajaran yang efektif melalui lomba ini,” katanya. Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan sebagai penanaman bibit antikorupsi sejak dini, sehingga di masa depan, akan tumbuh generasi berintegritas. “KPK tidak bisa bekerja sendirian,” katanya.

Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Siaran Persnya menyatakan bahwa,kegiatan ini, mendapat dukungan penuh dari sang walikota, Mahyeldi Ansharullah. Dalam sambutannya di hadapan 80 peserta yang terdiri dari kepala sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD, SMP dan SMA/SMK, Mahyeldi mendorong kegiatan dan lomba yang digagas KPK sebagai salah satu upaya menanamkan nilai antikorupsi.

“Nilai antikorupsi yang universal itu, bisa diajarkan dengan cara yang menyenangkan. Nah ajang ini bisa menjadi sarana pembelajarannya, karena itu saya sangat mendukung,” katanya.

Ia juga mengimbau agar para guru bisa menjadi teladan bagi anak didiknya. “Bukan hanya memberitahu, tetapi juga harus bisa melakukan apa yang dikatakan dalam keseharian,” katanya.

Dalam kesempatan itu, juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Indang Dewata, mengatakan hal senada, bahwa dalam melaksanakan pendidikan anti korupsi dengan pendekatan implementasi kurikulum dan proses pembelajaran di satuan pendidikan, peranan guru merupakan unsur penunjang yang utama sebagai fasilitator kegiatan pembelajaran.

Lomba ini ditujukan bagi para guru di semua tingkat pendidikan, yang dibuka mulai 4 Juli hingga 15 Oktober 2014. Dari kegiatan ini, diharapkan mampu menghasilkan model pembelajaran antikorupsi yang kreatif, inovatif dan efektif, bagi para peserta didik sehingga menghasilkan para murid yang tidak hanya cerdas, melainkan juga berbudi luhur dan berintegritas tinggi dengan nilai-nilai kejujuran yang universal.


KPK berkeyakinan, semua lini bisa berkontribusi dalam agenda pemberantasan korupsi. Termasuk pendidikan yang merupakan salah satu dari tiga strategi KPK, di samping penindakan dan perbaikan sistem. Dengan pendidikan, peserta didik akan selalu dibiasakan dengan nilai-nilai luhur sehingga membentuk perilaku yang jujur dan antikorupsi dan pada akhirnya berproses menjadi sebuah budaya.***(R/LKBK)
Share this post :

Post a Comment