PADANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
menggelar workshop lomba inovasi model pembelajaran antikorupsi dan sosialisasi
lomba ide beraksi di Kota Padang pada Selasa (12/8) lalu. Fungsional Pendidikan
dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK, Anto Ikayadi mengharapkan melalui
pendidikan yang kreatif dan inovatif dapat mempercepat perubahan secara holistik
(menyeluruh) yang menyentuh aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
“Karena itu, KPK mendorong kreativitas para tenaga
pendidik di semua jenjang pendidikan untuk menciptakan model pembelajaran
yang efektif melalui lomba ini,” katanya. Ia menambahkan, kegiatan ini juga
merupakan sebagai penanaman bibit antikorupsi sejak dini, sehingga di masa
depan, akan tumbuh generasi berintegritas. “KPK tidak bisa bekerja sendirian,”
katanya.
Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
dalam Siaran Persnya menyatakan bahwa,kegiatan ini, mendapat dukungan penuh
dari sang walikota, Mahyeldi Ansharullah. Dalam sambutannya di hadapan 80
peserta yang terdiri dari kepala sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK,
SD, SMP dan SMA/SMK, Mahyeldi mendorong kegiatan dan lomba yang digagas KPK
sebagai salah satu upaya menanamkan nilai antikorupsi.
“Nilai antikorupsi yang universal itu,
bisa diajarkan dengan cara yang menyenangkan. Nah ajang ini bisa menjadi sarana
pembelajarannya, karena itu saya sangat mendukung,” katanya.
Ia juga mengimbau agar para guru bisa
menjadi teladan bagi anak didiknya. “Bukan hanya memberitahu, tetapi juga harus
bisa melakukan apa yang dikatakan dalam keseharian,” katanya.
Dalam kesempatan itu, juga dihadiri Kepala
Dinas Pendidikan Kota Padang, Indang Dewata, mengatakan hal senada, bahwa dalam
melaksanakan pendidikan anti korupsi dengan pendekatan implementasi kurikulum
dan proses pembelajaran di satuan pendidikan, peranan guru merupakan unsur
penunjang yang utama sebagai fasilitator kegiatan pembelajaran.
Lomba ini ditujukan bagi para guru di semua tingkat pendidikan,
yang dibuka mulai 4 Juli hingga 15 Oktober 2014. Dari kegiatan ini, diharapkan
mampu menghasilkan model pembelajaran antikorupsi yang kreatif, inovatif dan
efektif, bagi para peserta didik sehingga menghasilkan para murid yang tidak
hanya cerdas, melainkan juga berbudi luhur dan berintegritas tinggi dengan
nilai-nilai kejujuran yang universal.
KPK berkeyakinan, semua lini bisa berkontribusi dalam
agenda pemberantasan korupsi. Termasuk pendidikan yang merupakan salah satu
dari tiga strategi KPK, di samping penindakan dan perbaikan sistem. Dengan
pendidikan, peserta didik akan selalu dibiasakan dengan nilai-nilai luhur
sehingga membentuk perilaku yang jujur dan antikorupsi dan pada akhirnya
berproses menjadi sebuah budaya.***(R/LKBK)

Post a Comment