JAKARTA-Tahun 2045 nanti, atau tepat 100
tahun Indonesia merdeka, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menargetkan
Indonesia sudah menjadi negara dengan perekonomian yang kuat, kesejahteraan
merata, politik-keamanan yang stabil serta berperan penting di kancah
internasional. Untuk mencapai target tersebut tentu harus didukung sumber daya
manusia dengan kapasitas dan kapabilitas yang lebih baik.
Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah menyampaikan hal
ini dalam acara Media Gathering di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Sabtu (2/7)
siang.
"Presiden SBY berkeinginan pada tahun 2045, atau bahkan lebih cepat dari
itu, Indonesia bisa menjadi negara maju dan disegani di tingkat
internasional," kata Firmanzah. "10 tahun Presiden SBY menjabat
sebagai presiden, beliau melihat arti penting dari sumber daya manusia,"
Guru Besar dari Universitas Indonesia (UI) itu menambahkan.
Oleh karena itu, ujar Firmanzah, SBY mengajak generasi muda penerus bangsa
untuk meningkatkan potensi diri dengan melanjutkan pendidikan Strata 2 (S2) dan
Strata 3 (S3) di universitas-universitas terbaik di dunia. Dalam mendorong hal
tersebut, SBY menginisiasi program Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI)
atau The Indonesian Presidential Scholarship (IPS).
Peluang mendapatkan beasiswa ini terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia.
SBY yakin bahwa pemimpin masa depan harus dipersiapkan dan secara aktif
dibentuk dalam bidang dan profesi apapun.
Yang unik dari BPRI adalah Presiden akan terlibat dalam seleksi akhir. Dan
meski diinisiasikan oleh Presiden SBY, diharapkan BPRI akan terus dilanjutkan
oleh para pemimpin Indonesia mendatang.
"IPS (BPRI) dirancang untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan.
Kriteria penting adalah sejauhmana para kandidat mampu menunjukan kontribusi
nyata selama ini di masyarakat," Firmanzah menjelaskan.
SBY mengharapkan sekembalinya para penerima BPRI ke Indonesia, mereka dapat
menjadi motor perubahan menjadi lebih baik.
Program BPRI gelombang pertama telah menerima 100 orang peserta. Sekarang
kesempatan untuk mendapatkan BPRI kembali dibuka. Pendaftaran gelombang kedua
dilaksanakan sampai 17 Agustus 2014. Bagi mahasiwa-mahasiswi berprestasi
Indonesia yang berminat dapat mengajukan aplikasi.
Berikut persyaratan umum yang harus dipenuhi para pendaftar:
1. Warga Negara Indonesia
2. Memiliki riwayat kepemimpinan dan prestasi di bidangnya masing-masing
3. Mendapatkan rekomendasi dari tokoh/pakar di bidangnya atau pimpinan di unit
kerjanya
4. Membuat esai tentang rencana karier dan pengabdian pasca studi
5. Mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) dari kampus yang direferensikan LPDP
(Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, atau
memiliki kecakapan akademis (IPK) dan kemampuan bahasa asing yang baik (TOEFL,
IELTS, dsb)
6. Usia maksimal 40 tahun untuk pendidikan S2 dan 45 tahun untuk pendidikan S3
Informasi selengkapnya mengenai prosedur lamaran untuk mengikuti seleksi
program BPRI dapat dilihat di www.lpdp.depkeu.go.id. Ayo daftar dan ikut serta
dalam pencapaian target Indonesia yang lebih maju di tahun 2045.*** (fbw)

Post a Comment