JAKARTA - Bagaimana
rasanya mendapat anugerah Bintang Mahaputra dari negara dan diserahkan
menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan? Lima Pimpinan DPR RI menjadi
bagian dari 55 tokoh yang tahun ini merasakan sendiri pengalaman mendapat
bintang itu.
"Saya
merasa terharu perjalanan panjang dan pengabdian kami dinilai negara patut
mendapat penghargaan Mahaputera Adipradana. Ini adalah anugerah dari Gusti
Allah, anugerah dari negara, anugerah dari rakyat dan menjadi beban dan amanah
bagi saya untuk terus bekerja sebaik-baiknya untuk bangsa dan negara,"
kata Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso usai upacara di Istana Negara,
Jakarta, Rabu (13/8/14).
Penyematan
bintang itu dilakukan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
disaksikan oleh sejumlah pejabat negara. Upacara kenegaraan ini berlangsung
khidmat dan turut dihadiri oleh sejumlah anggota keluarga dari para tokoh.
Wakil Ketua
DPR Sohibul Iman yang didampingi oleh istri mengatakan apresiasi dari negara
ini mempunyai dua sisi. "Secara manusiawi tentu saya senang mendapat
penghargaan karena ini berarti apresiasi, disisi lain saya perlu instrospeksi
kemudian bagaimana saya bisa memberi kontribusi yang lebih baik lagi sehingga
tanda kehormatan ini tidak semata-mata sebuah simbol," tuturnya.
Usai korps
musik membawakan lagu Bagimu Negeri sebagai tanda upacara resmi penganugerahan
selesai, seluruh anggota keluarga yang berkesempatan hadir segera datang
menyalami. Ibunda Priyo Budi Santoso terlihat memeluk putranya dengan haru.
Suasana yang hampir sama juga terlihat pada keluarga para tokoh lainnya.
Tahun ini,
Presiden SBY setelah menerima masukan dari Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda
Kehormatan juga menyampaikan Bintang Mahaputera Utama, Bintang Mahaputera
Nararya, Bintang Jasa Utama dan Bintang Jasa Nararya.
Tokoh yang
memperoleh Bintang Jasa Nararya diantaranya Kolonel Inf (Purn) Surachman yang
juga seorang atlet peraih Juara I kejuaraan maraton di California dan Selangor
Malaysia. Ia juga pernah menjuarai jalan cepat Master Asia di Taipei, Taiwan.
Lainnya Pendeta Lipiyus Biniluk tokoh yang aktif memperjuangkan kerukunan umat
beragama di Papua.***(iky)
Post a Comment