JAKARTA
- Peserta konvensi capres Partai Demokrat Dino Patti
Djalal meminta agar stasiun televisi (TV) menayangkan program program yang
lebih mendidik kepada masyarakat.
Menurut Dino, stasiun TV seharusnya
tidak hanya melihat media televisi sebagai sebuah industri yang mengejar rating
sehingga abai dalam menjalankan tanggung jawab dan fungsinya untuk memberikan
edukasi.
Ia menjelaskan, saat ini banyak program
program TV yang justeru mematikan kreatifitas dan nalar masyarakat dengan
tayangan gosip, tahayul, dan infotainment.
"Semakin banyak acara televisi yang
membunuh sel sel otak," tuturnya.
Menurut Dino, tayangan gosip, tahayul,
dan infotainment ibarat candu yang berpotensi membunuh kreatifitas dan nalar
masyarakat.
"Masyarakat tidak menyadari sedang
dicekoki tayangan tayangan yang tidak mendidik. Ini akan membuat kreatifitas
masyarakat semakin tumpul. Padahal, tantangan global memaksa kita untuk semakin
kreatif," katanya.
Ia juga menyarankan agar waktu waktu
dimana anak menonton televisi diisi dengan program anak yang bersifat mendidik
dan merangsang kemampuan berpikir anak.
Menurut Dino, anak-anak Indonesia
menempati urutan teratas di antara negara-negara di ASEAN untuk urusan menonton
siaran televisi terlama.
"Menurut penelitian, rata-rata
waktu yang dihabiskan anak-anak Indonesia saat menonton siaran televisi
mencapai 5 jam dan bahkan lebih untuk setiap harinya. Adapun negara ASEAN lain
hanya 2 sampai 3 jam dalam sehari," terangnya.
Dino berharap, peran dan kewenangan
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ke depan dapat diperkuat agar bisa memaksa
stasiun TV untuk membatasi tayangan tayangan televisi yang berkategori tidak
mendidik.***(R/LKBK)

Post a Comment