BENGKULU-Pembangunan kesehatan sungguh
sangat-sangat penting. Meskipun ekonomi tumbuh baik, meskipun penghasilan
masyarakat meningkat, tetapi kalau tidak sehat semua tidak ada artinya.
"Oleh karena itu tekad pemerintah adalah terus meningkatkan kesejahteraan
masyarakat," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meninjau
pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di RSUD dr. M.
Yunus, Bengkulu, di Dermaga Nusantara, Sabtu (8/2) siang tadi.
Jika dulu ada sistem Janinan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Jampersal, dan
sebagainya, sekarang diperkenalkan sistem baru, yakni Sistem Jaminan Kesehatan
Nasional (SJKN) yang diselenggarakan olej BPJS Kesehatan. "Ini baru
berjalan satu bulan, memerlukan perbaikan dan penyempurnaan. Sistem ini amanah
undang-undang, pemerintah wajib menjalankannya," ujar SBY.
Dari beberapa kunjungannya ke beberapa rumah sakit dan Puskesmas sejak program
BPJS Kesehatan diluncurkan, Presiden SBY mengungkapkan ada beberapa kesimpulan
yang bisa diambil. Pertama, seluruh masyarakat, termasuk yang tidak mampu,
harus dilayani dengan baik. Namun, para dokter dan tenaga medis juga perlu
diperhatikan kesejahteraannya.
"Intinya, sesuai dengan kemampuan anggaran negara selain bantuan iuran
oleh yang tidak mampu itu ditanggung negara, sedangkan yang lain dengan sistem
asuransi. Maka, sudah kita hitung dan rencanakan peningkatan insentif dokter
dan para tenaga medis," Presiden menjelaskan.
Jika kedua hal tersebut berjalan berdampingan, akan menjadi adil. Presiden juga
menyadari bahwa pekerjaan para dokter dan tenaga medis meningkat karena adanya
BPJS kesehatan. Oleh karena itulah, sesuai dengan kemampuan negara memutuskan
untuk meningkatkannya dari waktu ke waktu.
Kepala Negara juga mengajak semua pihak turut menyukseskan sistem BPJS
Kesehatan ini. "Mari kita berikan pelayanan terbaik kepada rakyat.
Pemerintah, termasuk pemda, harus memberikan perhatian yang sungguh-sungguh
kepada para dokter dan tenaga medis. Hanya dengan cara itu sistem kesehatan ini
akan berjalan dengan baik," SBY menandaskan.
Sebelumnya, Presiden dan Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono terlebih dahulu
mengunjungi Pelabuhan Pulo Baai dan mendengarkan pemaparan dari Dirut PT.
Pelabuhan Indonesia (Persero) RJ. Lino mengenai rencana pengembangan Pelabuhan
Pulo Baai. Dalam paparannya, Lino mengatakan pengembangan pelabuhan perlu
dilakukan karena jumlah kontainer yang masuk semakin meingkat.
Adapun pengembangan yang sudah dilakukan, antara lain, dengan pengerukan alur
pelabuhan. Selama 6 tahun terakhir jumlah barang non petikemas menunjukkan
peningkatan. Dengan demikian, maka pertumbuhan ekonomi pun meningkat.
"Jika setiap daerah bilang tumbuh, berarti ya secara nasional
tumbuh," kata Presiden merespon pernyataan RJ. Lino tadi.
Menyertai Presiden dalam peninjauan ini, antara lain, Menko Kesra Agung
Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menhub EE. Mangindaan, Menhut Zulkifli Hasan,
Menkes Nafsiah Mboi, dan Seskab Dipo Alam.***(yun)

Post a Comment