
LKBKalimantan.com---Indonesia saat ini akan terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan dalam meningkatkan kerja sama dengan negara lain. Indonesia juga terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin melakukan investasi.
"Mari kita bangun jaringan bisnis kedua negara agar kemitraan kita semakin kuat. Kemitraan strategis komprehensif yang memiliki tujuan besar dan dimulai dalam waktu jangka panjang, "kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bagian lain sambutannya saat menghadiri pertemuan bisnis Indonesia-Tiongkok di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (3/10) siang tadi.
Dalam rentang waktu 2009-2013, ujar Presiden SBY, Indonesia berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,9 persen per tahun, lebih tinggi dari 5 tahun sebelumnya. Diantara anggota G-20, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua setelah Tiongkok.
"Pertumbuhan ekonomi ini juga diikuti menurunnnya tingkat pengangguran. Kami terus berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi diantara dinamika perekonomian global, "Presiden menjelaskan.
Presiden meyakini kalangan dunia usaha Tiongkok dapat menjadi salah satu mitra utama Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui investasi. Apalagi saat ini Indonesia sedang giat mengimplementasikan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
"Banyak sekali infrastruktur yang akan kita bangun, mulai dari jalan, jembatan, pelabuhan laut dan udara, dan telekomunikasi tercanggih, kata SBY. Ini memberikan peluang besar untuk terus bekerjasama, "tambahnya.
Pertemuan bisnis Indonesia-Tiongkok hari ini memiliki nilai penting bagi peningkatan kemitraan strategis antarkedua negara. Kemitraan ini dibangun di atas prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling membawa manfaat bagi kedua negara.
"Tiongkok kini beranjak dari manufaktur padat karya menjadi manufaktur berlandaskan ilmu pengetahuan dan teknologi. Indonesia juga bertekad untuk membangun sektor manufaktur yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam kaitan itu, kedua negara dapat saling melengkapi, "SBY menambahkan.
Menurut SBY, Tiongkok sebagai kekuatan terbesar kedua di dunia, dan Indonesia sebagai kekuatan terbesar di ASEAN, dapat menyatukan potensi secara bersama-sama. "Di Indonesia sendiri masih banyak ruang bagi peningkatan kerja sama yang terbentang luas dari Aceh hingga Papua, "ujar Kepala Negara.
Pengembangan energi di Indonesia juga memerlukan investasi yang cukup besar. Untuk itu terbuka peluang untuk berinvestasi, baik energi panas bumi ataupun energi terbarukan dengan memanfaaatkan sumber daya yang tersedia.
"Dengan makin banyaknya peluang yang terbuka luas, kita dapat meningkatkan lagi nilai perdagangan kita di masa yang akan datang. Saya harap pengusaha Tiongkok dapat melihat Indonesia sebagai sumber utama untuk memenuhi kebutuhan industri dan bisnisnya, "Presiden menandaskan.***(yun).
"Mari kita bangun jaringan bisnis kedua negara agar kemitraan kita semakin kuat. Kemitraan strategis komprehensif yang memiliki tujuan besar dan dimulai dalam waktu jangka panjang, "kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bagian lain sambutannya saat menghadiri pertemuan bisnis Indonesia-Tiongkok di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (3/10) siang tadi.
Dalam rentang waktu 2009-2013, ujar Presiden SBY, Indonesia berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,9 persen per tahun, lebih tinggi dari 5 tahun sebelumnya. Diantara anggota G-20, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua setelah Tiongkok.
"Pertumbuhan ekonomi ini juga diikuti menurunnnya tingkat pengangguran. Kami terus berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi diantara dinamika perekonomian global, "Presiden menjelaskan.
Presiden meyakini kalangan dunia usaha Tiongkok dapat menjadi salah satu mitra utama Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui investasi. Apalagi saat ini Indonesia sedang giat mengimplementasikan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
"Banyak sekali infrastruktur yang akan kita bangun, mulai dari jalan, jembatan, pelabuhan laut dan udara, dan telekomunikasi tercanggih, kata SBY. Ini memberikan peluang besar untuk terus bekerjasama, "tambahnya.
Pertemuan bisnis Indonesia-Tiongkok hari ini memiliki nilai penting bagi peningkatan kemitraan strategis antarkedua negara. Kemitraan ini dibangun di atas prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling membawa manfaat bagi kedua negara.
"Tiongkok kini beranjak dari manufaktur padat karya menjadi manufaktur berlandaskan ilmu pengetahuan dan teknologi. Indonesia juga bertekad untuk membangun sektor manufaktur yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam kaitan itu, kedua negara dapat saling melengkapi, "SBY menambahkan.
Menurut SBY, Tiongkok sebagai kekuatan terbesar kedua di dunia, dan Indonesia sebagai kekuatan terbesar di ASEAN, dapat menyatukan potensi secara bersama-sama. "Di Indonesia sendiri masih banyak ruang bagi peningkatan kerja sama yang terbentang luas dari Aceh hingga Papua, "ujar Kepala Negara.
Pengembangan energi di Indonesia juga memerlukan investasi yang cukup besar. Untuk itu terbuka peluang untuk berinvestasi, baik energi panas bumi ataupun energi terbarukan dengan memanfaaatkan sumber daya yang tersedia.
"Dengan makin banyaknya peluang yang terbuka luas, kita dapat meningkatkan lagi nilai perdagangan kita di masa yang akan datang. Saya harap pengusaha Tiongkok dapat melihat Indonesia sebagai sumber utama untuk memenuhi kebutuhan industri dan bisnisnya, "Presiden menandaskan.***(yun).
> Foto : Presiden SBY dan Presiden RRT Xi Jinping menghadiri pertemuan bisnis kedua negara di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (3/10) siang.***(foto : abror/presidenri.go.id)
Post a Comment